Selasa, 18 Oktober 2022. Fakultas Kedokteran UNDIP menerima kunjungan dari SMA IT Nurul Fikri, kegiatan ini bertempat di ruang teatrikal gedung B, Fakultas Kedokteran, UNDIP. prosesi kegiatan ini seperti pada penerimaan tamu pada umumnya, dimulai dengan penampilan video profil Fakultas Kedokteran melalui layar. Dilanjutkan dengan penyampaian informasi tentang profil Fakultas Kedokteran UNDIP secara umum oleh ibu Dr. Diana Nur Afifah.

Dalam suatu pembahasan prestasi yang ditorehkan Fakultas Diponegoro, beliau menyampaikan yang memiliki hobi nyanyi, menari, dan lainnya bisa dikembangkan melalui UKM-UKM yang ada di FK, seperti pada Dies Natalis ada banyak lomba seperti nyanyi, dance, pop ga selalu belajar atau bahkan didorong untuk berkarya.

Tak hanya teori, di aspek lain mahasiswa FK juga diprogramkan untuk mahir. “dalam rangka meningkatkan SDM yang tidak hanya kuat di teori, nanti jangan kaget kalau pembelajarannya tematik SPICES, belajarnya itu langsung (dengan) kasus” Jelas beliau.

prestasi seperti yang saya sampaikan di awal tidak selalu yang akademik, ya akademik banyak kedokteran, farmasi, keperawatan, gizi ikut olimpiade karya ilmiah. 

Beliau menyampaikan jalur SBUB sebagai jalur masuk UNDIP. “UNDIP juga menerima jalur tahfidz minimal 20 atau 30 juz, yaitu jalur SBUB nanti setelah masuk juga mengikuti lomba lomba tahfidz  Memang ada jalur SBUB, banyak mahasiswa yang tetap mengikuti kompetisi kompetisi. bahkan dosen memberi masukan jangan hanya belajar saja tapi perkaya masa muda mu untuk menghiasi CV dengan banyak kejuaraan-kejuaraan. Jangan khawatir UNDIP ini saat ada kompetisi ke luar negeri akan dibantu, jadi jangan khawatir.” Ungkap Dr. Diana.

Kemudian sesi tanya jawab. Sebuah pertanyaan menarik dari siswa bernama Aliya, berapa perbandingan diterima masuk ke Prodi Kedokteran Gigi. “untuk dokter gigi ini berdiri 2015 bareng dengan farmasi saat ini sedang KOAS, kedokteran gigi saat ini berjumlah 25 setiap angkatan dan perbandingannya 1:136.. “ Jawab Dr. Liha.

Ada pertanyaan terkait skor UTBK minimum untuk dapat masuk jurusan kedokteran itu berapa. Jawabannya berupa jawaban salah satu mahasiswa Kedokteran Gigi. “untuk UTBK itu kan LTMPT (yang mengurus). Tapi kalau saya tanya ke mahasiswa gizi jalur SBM itu skornya 600 atau 700-an tidak masuk jadi masuk (melalui) UM. dan kemarin itu kita dapat sosialisasi dari rektor itu nilai tertinggi saat UTBK itu masuk ke UNDIP salah satunya kedokteran. jadi mahasiswa yang masuk FK UNDIP sudah berkualitas sejak SMA” Ungkap Dr. Liha.

Lalu pertanyaan tentang boleh tidaknya mahasiswa menjadi asisten lab juga dilemparkan. Dijawab oleh salah satu dosen. Mahasiswa boleh menjadi asisten lab, tetapi bukan mahasiswa tahun pertama. Praktikum nanti diikuti oleh mahasiswa tahun sebelumnya. Kalau asisten di rumah sakit belum bisa, karena minimal sudah belajar profesi atau KOAS.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cindera mata oleh perwakilan SMA IT Nurul Fikri Boarding School. Setelahnya oleh bapak Susilowanto dipandu untuk melakukan kampus tour secara singkat, dikarenakan banyak kelas maupun laboratorium yang sedang digunakan oleh mahasiswa.