Senin, 24 Oktober 2022. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro kembali melaksanakan upacara. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang wajib diikuti bagi mahasiswa baru dari seluruh program studi di Fakultas Kedokteran. Upacara dilaksanakan secara hybrid, 25% dari mahasiswa melaksanakan secara offline sedangkan 75% lainnya mengikuti secara virtual melalui zoom yang disiapkan oleh tim.

Bertempat di depan Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran, upacara dimulai dengan persiapan dari pukul 06.30 WIB. Persiapan meliputi penertiban peserta, persiapan media, dan penataan tempat. Setelah semua persiapan selesai, upacara dibuka dan dipandu oleh petugas sebagai pembawa acara. Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan runtutan kegiatan upacara pada umumnya, dimulai dari pembukaan, pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan naskah Pancasila, pembukaan UUD 1945, amanat pembina upacara, pembacaan doa, dan penutup. Adapun pembina upacara kali ini adalah Dr. Khairul Anam, S. Si., M. Si. selaku Ketua Program Studi Farmasi.

Dalam kesempatannya, beliau menyampaikan beberapa hal kepada mahasiswa. Dr. Khairul Anam, S. Si., M. Si menyampaikan bahwa sekarang cita – cita mahasiswa untuk menjadi dokter, apoteker, dan lain sebagainya di bidang kesehatan semakin jelas dengan diterimanya di Fakultas Kedokteran. Tentunya hal ini merupakan salah satu harapan yang besar bagi setiap orang tua. “Kalau dulu rekan mahasiswa cita – citanya setinggi langit, bahkan sejak kecil didorong orang tuanya untuk menjadi dokter, sekarang sudah semakin jelas cita – citanya akan ada yang jadi dokter, apoteker, perawat, ahli gizi, dan lain sebagainya”, ungkap beliau. Dengan diterimanya di Fakultas Kedokteran, tentunya ini menjadi satu langkah lebih dekat dalam mewujudkan cita – cita yang diinginkan mahasiswa.

Beliau juga menyampaikan bahwa dengan diterimanya mahasiswa di Fakultas Kedokteran bukan berarti langkah untuk mewujudkan cita – citanya selesai. Justru yang terpenting adalah bagaimana cara merawat agar cita – cita itu terus terjaga sehingga dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu. “Karena di pendidikan kesehatan ada dua tahapan, yaitu akademik dan profesi. Kalau cita – citanya tidak dirawat nanti hanya sekedar mengikuti pendidikan, tidak jadi ahli”, ungkap beliau. Dr. Khairul Anam, S. Si., M. Si menambahkan bahwa terdapat jenjang pendidikan yang lebih tinggi setelah mahasiswa menyelesaikan sarjana. “Tidak hanya sekedar jadi perawat, ahli gizi, apoteker, tentu teman – teman mahasiswa harus mau menempuh pendidikan yang lebih tinggi yaitu ada magister spesialis”, tambah beliau. Sebagai penutup amanat pagi ini, beliau berpesan kepada mahasiswa untuk memanajemen semangat belajar agar apa yang dicita – citakan dapat tercapai sehingga dapat membanggakan orang tua.