Kamis, 27 Oktober 2022, Fakultas Kedokteran UNDIP menerima kunjungan 128 Siswa dan beberapa wali dari SMA Islam Al Azhar 4 Bekasi. Dalam kunjungan ini bertujuan untuk sarana promosi berbagai prodi yang ada di Fakultas Kedokteran ke calon mahasiswa. Pertemuan ini diadakan di ruang Teatrikal, Gedung B, FK.

Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan SMA Al Azhar 4, dalam pesannya beliau berharap akan ada hubungan kerjasama kedepannya. Dilanjutkan oleh kata-kata dari Dr. Khairul Anam, S. Si., M. Si. Selaku perwakilan dari prodi farmasi.

Setelah itu ada pemaparan khusus dari Prodi Gizi FK oleh Fillah Fithra Dieny,S.Gz,M.Si. beliau menjelaskan Prodi Gizi sudah berturut-turut mendapat akreditasi A. Tak hanya itu kurikulum setiap 5 tahun akan dievaluasi ulang, “kurikulum kami selalu kami perbaiki setiap 5 tahun sekali bisa lebih cepat jika ada penyesuaian ulang, MBKM kemarin contohnya.” Jelas Ibu Fillah. Beliau menyebutkan publikasi dalam Prodi Gizi akan dipermudah karena Prodi Gizi memiliki 2 jurnal internasional terakreditasi sinta.

Masuk ke sesi tanya jawab. Ada pertanyaan tentang asal kadaver. Dijawab oleh bapak Anam, “kadaver adalah salah satu komponen yang wajib dipunya (dalam FK), sumber kadaver tidak pernah dipublikasi sebenarnya, tetapi yang FK miliki dari sumber-sumber resmi salah satu contohnya rumah sakit, dalam kamar jenazah apabila didapat korban-korban tanpa identitas, ada juga jenazah yang sengaja dihibahkan untuk dipelajari”.

Tapi FK sedang peralihan ke praktikum dengan menggunakan manekin yang interaktif. “terkait praktikum yang menggunakan alat coba, (kami) beralih menggunakan manekin yang bahkan bisa lebih detail. Manekin ini interaktif aliran darahnya akan nampak, (kami) sedang mengarah kesana, dan harganya pun lebih mahal dari itu (kadaver)” Tambah Dr. Anam.

Pertanyaan tentang apa itu merdeka belajar juga dilontarkan. Ada pengakuan dari Fakultas senilai 20 SKS. “selama 1 semester akan dapat pengakuan 20 SKS, dari belajar di wadah tersebut akan dilihat dan disesuaikan dengan kurikulum kita, kalau bersesuaian kita akui, sehingga pengalamannya akan menjadi transkrip dan dapat nilai plus kompetensi tambahan setelah lulus” Jelas Dr. Anam.

Pertanyaan tentang obat-obatan yang bahannya terlarang di Indonesia juga keluar. Dari bapak Anam diterangkan farmasi adalah bagaimana cara mengubah racun menjadi obat, harus bijak penggunaannya, kalau kita memilihnya dengan baik maka akan jadi obat. Dianalogikan secara sederhana terkait hal itu. “contoh begini bakteri gampang dibunuh hanya dengan api sudah mati, masalahnya ada di tubuh, sekarang bagaimana membunuh bakteri tersebut tapi host atau tubuhnya aman dari tindakan tersebut” Tutur Dr. Anam.

Beliau juga menyinggung perihal penggunaan ganja dalam obat. “demikian juga ganja banyak manfaatnya, bekerja di sistem saraf pusat. Bahkan berlebihan kerjanya sampai membuat fly, kalau flynya dapat dikendalikan manfaatnya luar biasa mengurangi rasa sakit, masalahnya kalau tidak diatur dengan baik oleh pihak berwenang sulit mengontrolnya. Komponen ganja itu ada yang baik ada yang merusak” Pungkas beliau.