Senin, 14 November 2022. Fakultas Kedokteran mengadakan upacara rutin yang dihadiri oleh mahasiswa angkatan 2021 dari berbagai prodi dengan perbandingan 25% hadir secara luring dan 75% hadir secara daring. Upacara ini dirutinkan guna menepati aturan rektor dan juga upaya meningkatkan semangat nasionalisme setiap mahasiswa. Upacara kali ini dilakukan di tempat biasa yaitu parkiran depan Gedung A, Fakultas Diponegoro.

Prosesi upacara yang dilalui juga seperti upacara pada umumnya. Dimulai dengan pengibaran bendera merah putih, pembacaan pancasila, pembacaan UUD 1945, amanat pembina upacara, lalu ditutup dengan doa bersama.

Dr. Diana Nur Afifah, S.TP., M.Si. sebagai kaprodi S1 Gizi menjadi pembina upacara pada kali ini. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan tentang Interprofessional Education, “sebagai calon tenaga kesehatan terutama di FK ada gizi, kedokteran, farmasi, keperawatan. Sebagian besar akan tetap melanjutkan sebagai tenaga kesehatan, kita tau dalam rangka meningkatkan status kesehatan masyarakat kita tidak bisa bekerja sendiri “, jelas .

Interprofessional Education ini dimulai sejak smt 6,”di SMT 6 nanti akan ada mata kuliah yang proses pembelajarannya terkait Interprofessional Education, agar mahasiswa belajar berkolaborasi dan tau peran dan tanggung jawab masing-masing profesi, untuk sekarang yang baru berkolaborasi (Prodi) Kedokteran, Keperawatan, dan Gizi” Ungkap Dr. Diana.

Gambaran kasar mengenai Interprofessional Education juga dijelaskan. “apa yang kalian kerjakan selama Interprofessional Education dengan mendampingi 1 keluarga, diikuti selama 1 semester, akan dimulai dengan identifikasi masalah, perencanaan, preferensi dari pembelajaran tersebut. Masing- masing profesi dituntut mengerti peran dan tanggung jawabnya” Tutur Beliau.

Harapannya ke semua itu menjadi bekal di lapangan. “Diharapkan saat kalian sudah turun di lapangan tidak hanya rumah sakit, masyarakat, dan puskesmas dalam rangka meningkatkan status kesehatan masyarakat indonesia kalian sudah memiliki bekal” Jelas Dr. Diana.

Beliau menutup dengan ungkapan kolaborasi tidak terbatas pada sesama tenaga kesehatan. “tidak hanya dengan profesi tenaga kesehatan lainnya, karena kita tidak lepas dari alat-alat yang berkolaborasi dengan teknik mesin atau teknik informatika dan masih banyak lagi (kolaborasi)” Pungkas beliau.