Kebugaran Kardiovaskuler untuk Atlet Berprestasi

Sabtu, 28 September 2019
Menyambut PON (Pekan Olahraga Nasional) 2020 Papua, KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Jateng harus mempersiapkan diri untuk meningkatkan atau mempertahankan perolehan peringkat PON sebelumnya. Pada PON 2016 yang lalu provinsi Jateng mengirimkan 611 atlet untuk bertanding. Meski pada Pekan Olahraga Nasional 2016 yang lalu provinsi Jateng menempati peringkat keempat, namun belum mencapai perolehan medali emas yang ditargetkan.
KONI Jateng mulai berbenah diri dan kegiatan tersebut tidak bisa lepas dari sumbang saran badan-badan fungsional untuk pembinaan olahraga. Guna mencapai tujuan, diperlukan kerjasama antar pihak yang terkait serta pendapat sumbang saran dari para ahli, dalam hal ini PPKORI (Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia) yang berperan dalam hal-hal pengembangan teknologi kesehatan olahraga dan mencegah terjadinya permasalah kesehatan para atlet.
Atas dasar tersebut diadakan workshop “Peran PPKORI dalam Implementasi IPTEK Olahraga. Menuju Sukses PON XX/2020” pada hari Sabtu, tanggal 28 September 2019 di Hotel Pesona, Semarang. Dimana kegiatan tersebut menjadi ajang diskusi bagi para atlit dan para ahli di bidang kesehatan. Sehingga diharapkan setelah acara tersebut para atlit, official, dan pelatih mengerti bagaimana menjaga kesehatan dan serta mencegah terjadinya permasalahan kesehatan agar jangan sampai terjadi permasalahan fatal pada kesehatan atlit di lapangan. Dengan kegiatan ini diharapkan PPKORI dapat lebih berperan dalam meningkatkan pembinaan kesehatan sehingga prestasi para atlit bisa diperhitungkan dalam ajang Nasional maupun Internasional.

Dokumentasi :