SEMARANG — Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) bekerja sama dengan Radboud University Medical Center (Radboud UMC) dan Amsterdam UMC, Belanda, resmi menyelenggarakan Medical Genetics Course (MGC) 2025 pada 11–13 November 2025 di Diponegoro Medical Simulation Center, Gedung Prof. Dr. Djokomoeljanto, Semarang. Kegiatan bertema “Clinical Genetics Application: from Fetus to Adulthood” ini menghadirkan empat pakar genetika internasional untuk memperkuat kompetensi dokter Indonesia dalam penerapan genetika klinis.
Tim pakar terdiri atas Prof. Erik Sistermans, molecular geneticist dari Amsterdam UMC, beserta tim RadboudUMC yaitu Helger Yntema, Ph.D. (molecular geneticist) yang juga sebagai course director MGC, Bregje Van Bon, MD, Ph.D. (clinical geneticist), dan Jolijn Verseput, MD (clinical geneticist in training). Mereka memberikan kuliah dan lokakarya yang membahas perkembangan terbaru dalam diagnosis, manajemen, serta riset genetika dari masa janin hingga dewasa. Peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan tenaga kesehatan juga mengikuti berbagai workshop interaktif.
Ketua Panitia MGC, Prof. Tri Indah Winarni, menjelaskan bahwa kerjasama ini merupakan bagian dari pendampingan Radboud UMC sebagai pusat genetika terkemuka di Eropa. Pendampingan tersebut membantu FK Undip mengembangkan laboratorium dan layanan genetic testing bagi masyarakat.
“Yang dikembangkan tidak hanya pengetahuan, soft skill, tapi pendampingan bahwa yang kita lakukan (tes genetika dan edukasi genetik kepada masyarakat) benar dan dapat dipercaya” ujar beliau.
Prof. Tri Indah berharap kegiatan ini meningkatkan kesadaran dokter terkait penyakit genetik, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih tepat dan tidak terlambat.
“Harapannya semua peserta yang merupakan dokter, awareness mereka terhadap penyakit genetik. Mereka dapat mengtahui apakah suatu penyakit yang dihadapi mengarah pada kelainan genetik atau tidak, sehingga tidak ada salah diagnosis atau keterlambatan penanganan,” lanjutnya.

Sementara itu, Jolijn Verseput, salah satu tutor dari Radboud UMC menilai kegiatan ini sangat menginspirasi karena mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang medis. Para peserta tidak hanya belajar dari para pengajar, tetapi juga saling bertukar pengalaman melalui berbagai lokakarya yang membahas cara bekerja sama serta memahami pasien dengan kemungkinan penyakit genetik.
“So they have learned from us as teachers but also from each other from different workshops how to work together and get to know the patient with possibly a genetic disease,” ujarnya.
Kolaborasi antara FK Undip, Radboud UMC, dan Amsterdam UMC telah berlangsung secara berkelanjutan melalui program riset molekuler, genetika, dan visiting professor. MGC 2025 menjadi langkah strategis FK Undip dalam memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus meningkatkan kapasitas SDM di bidang genetika klinis.(Humas FK Undip/Sara)




