FK UNDIP Sambut Kunjungan SMA ABBS Boyolali, Kenalkan Pendidikan Kedokteran

SEMARANG – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP) menerima kunjungan siswa SMA ABBS Boyolali pada Rabu (11/2/2026) dalam rangka pengenalan lingkungan kampus, program studi, serta prospek karier di bidang kesehatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FK UNDIP memperkenalkan pendidikan kedokteran dan kesehatan yang unggul, adaptif, serta berorientasi pada pengembangan karakter dan lingkungan belajar bebas perundungan.

Dalam sesi pemaparan, FK UNDIP menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan kesehatan terkemuka di Indonesia yang mengedepankan kualitas akademik, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta komitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif (zero bullying).

Perwakilan Departemen Gizi FK UNDIP, Binar Panunggal, S.Gz., M.P.H., menjelaskan bahwa Program Studi Ilmu Gizi UNDIP termasuk dalam empat besar terbaik nasional dengan akreditasi Unggul dan fokus pada inovasi pangan. Pendidikan di Departemen Gizi diarahkan pada tiga bidang utama, yakni gizi klinik, gizi masyarakat, dan gizi pangan.

“Kami tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga praktik nyata. Mahasiswa terlibat langsung dalam pengembangan produk pangan, termasuk makanan darurat untuk korban bencana, seperti yang dilakukan saat banjir di Sumatera Barat,” ujar Binar. Ia juga menyoroti peluang lulusan gizi dalam program strategis nasional, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Kedokteran FK UNDIP, dr. Santoso, M.S., Sp.N(K), memaparkan transformasi pendidikan kedokteran yang kini menerapkan sistem pembelajaran berbasis modul dan self-directed learning. Menurutnya, profesi dokter menuntut komitmen pembelajaran sepanjang hayat.

Pada kesempatan tersebut, dr. Santoso juga memperkenalkan berbagai jalur pendidikan di FK UNDIP, termasuk International Undergraduate Program (IUP). Melalui jalur ini, mahasiswa menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar pembelajaran dan memiliki kesempatan memperoleh gelar magister (S2) dari universitas mitra luar negeri.

“Melalui IUP, mahasiswa berpeluang meraih tiga gelar sekaligus setelah menyelesaikan pendidikan profesi, dengan pengalaman internasional yang memperkuat daya saing global,” jelasnya.

FK UNDIP juga menjelaskan beragam jalur penerimaan mahasiswa, mulai dari Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), hingga Seleksi Bibit Unggul Berprestasi (SBUB). Jalur SBUB memberikan kesempatan bagi siswa berprestasi non-akademik, seperti atlet dan hafiz, dengan tetap memperhatikan standar akademik dasar.

Menanggapi pertanyaan siswa, dr. Santoso menegaskan bahwa kondisi mata minus tidak menjadi penghalang untuk menempuh pendidikan kedokteran, selama tidak disertai dengan gangguan buta warna yang dapat memengaruhi proses diagnosis medis. FK UNDIP juga menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan aman bagi seluruh sivitas akademika.


“Kami menentang keras segala bentuk perundungan. Fakultas Kedokteran UNDIP adalah kawasan bebas perundungan,” tegas dr. Santoso.

Melalui kegiatan ini, FK UNDIP berharap kunjungan edukatif tersebut dapat memberikan gambaran menyeluruh kepada siswa SMA ABBS Boyolali mengenai dunia pendidikan kedokteran dan kesehatan, sekaligus memotivasi mereka untuk mempersiapkan diri sejak dini menuju jenjang pendidikan tinggi di bidang kesehatan.

Bagikan di:

Berita Terkait

Kategori

Berita Terkini

Layanan Akademik

Layanan Aduan

Acara