SEMARANG – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) turut mendukung peningkatan kompetensi dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala dan Leher (THT-BKL) melalui Workshop Functional Endoscopic Sinus Surgery (FESS) dalam rangkaian Semarang ENT Week 2026, Minggu (6/9/2026). Bertempat di Medical Anatomy Learning Center (MAL-C) FK Undip, workshop diikuti 23 peserta yang terdiri atas tujuh peserta hands on dan 16 peserta observer.
Workshop FESS memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam keterampilan melalui praktik diseksi langsung pada kadaver. Kegiatan tersebut didukung penggunaan peralatan medis dari Storz Medical dan melibatkan lima instruktur yang memiliki kualifikasi konsultan dari Kolegium Ilmu Kesehatan THT.

Ketua kegiatan, Dr. dr. Dwi Antono, Sp T.H.T.B.K.L., Subsp. Onk (K), menjelaskan bahwa workshop ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dokter THT, khususnya anggota Perhati-KL Cabang Jawa Tengah. Kegiatan Semarang ENT Week telah memasuki tahun ke-11 dan kini diikuti peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
Ia menekankan bahwa peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan penting bagi dokter THT seiring perkembangan standar pelayanan kesehatan.
“Kami berharap memang kegiatan ini akan selalu mendukung kompetensi para anggota dan merupakan suatu keharusan yang harus dimiliki oleh para anggota, karena ke depan era pelayanan adalah era kompetensi yang tidak lagi menilai dari tingkat kelas dari rumah sakit,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Anna Mailasari KD, Sp T.H.T.B.K.L., Subsp. Rino (K), MSi. Med, mengatakan workshop FESS memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan diseksi secara langsung pada cadaver. Menurutnya, pelaksanaan workshop didukung fasilitas MAL-C FK Undip yang memadai, sehingga kegiatan dapat berlangsung menyerupai suasana pembelajaran di ruang operasi.
“Hari ini kita mengadakan kegiatan workshop FESS atau Functional Endoscopic Sinus Surgery langsung pada cadaver, jadi kita diseksi langsung ke cadaver dan melihat antusias peserta sangat luar biasa,” ungkapnya.
Salah satu peserta asal Bali, dr. Ira Sugihartana, Sp. T.H.T.B.K.L., turut mengapresiasi penyelenggaraan Semarang ENT Week 2026. Menurutnya, kesiapan fasilitas, kadaver, peralatan, panitia, dan instruktur mendukung proses pembelajaran peserta selama workshop.
“Instrukturnya bisa menjelaskan semuanya dengan baik, dengan rinci dan membuat kita paham tentang anatomi terutamanya,” katanya.

Semarang ENT Week 2026 yang memasuki penyelenggaraan tahun ke-11 menjadi wadah pengembangan kompetensi sekaligus pertukaran pengetahuan bagi dokter THT-BKL. Pelaksanaan workshop FESS di MAL-C FK Undip sekaligus memperkuat peran fakultas dalam menyediakan wahana pembelajaran kedokteran berbasis praktik dan mendukung pengembangan kompetensi tenaga medis secara berkelanjutan.
Melalui dukungan terhadap kegiatan ilmiah dan pelatihan berbasis keterampilan, FK Undip berkomitmen memperkuat ekosistem pendidikan kedokteran yang selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan pelayanan kesehatan. (Humas FK Undip/Sara)





