Bagian Ilmu Gizi

Titik tolak perkembangan ilmu gizi dimulai pada masa manusia purba dan pada abad pertengahan sampai pada masa munculnya ilmu pengetahuan (abad ke-19 dan ke-20).

Pada masa manusia purba ilmu gizi dinyatakan sebagai suatu evolusi. Disini para peneliti menggambarkan manusia sebagai pemburu makanan dan dikenal sebagai Todhunter, perkembangan ilmu gizi sebagai suatu evolusi. Kala itu, fungsi utama dari makanan  adalah “untuk mempertahankan hidup”. Hal itu juga masih  sering  atau berlaku bagi sebagian penduduk modern sekarang.

Dalam perkembangan selanjutnya, permasalahan gizi mulai bermunculan  secara kompleks, dan tidak dapat ditanggulangi oleh para ahli gizi  saja, sehingga muncul  Ilmu Gizi  yang menurut komite Thomas dan Earl (1994)  adalah “The NUTRITION SCIENCES are the most interdisciplinary of all sciences”, artinya bahwa  ilmu gizi merupakan  ilmu yang melibatkan  berbagai disiplin ilmu pengetahuan.