Alumni Success Story: Dr. dr. Sri Idaiani, Sp.KJ Membangun Psikiatri Berbasis Data di Kancah Global

SEMARANG – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) terus berkomitmen mencetak lulusan yang unggul dan adaptif dalam menjawab tantangan kesehatan global. Melalui kurikulum yang menekankan pendekatan komprehensif dan berbasis bukti, FK Undip membekali mahasiswanya dengan kemampuan klinis sekaligus perspektif kesehatan masyarakat. Bekal inilah yang menjadi fondasi bagi kiprah Dr. dr. Sri Idaiani, Sp.KJ, alumni Program Studi Kedokteran Jiwa FK Undip, dalam dunia riset kesehatan mental.

 

Sejak menyelesaikan pendidikan spesialis pada tahun 2003, Dr. Idaiani memilih jalur karier di bidang penelitian, sebuah pilihan yang tidak banyak ditempuh oleh psikiater. Keputusan ini tidak terlepas dari pengalamannya saat menjalani tugas sebagai dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kabupaten Langkat dan Cilacap. Ia menyaksikan langsung kompleksitas persoalan kesehatan masyarakat, termasuk keterbatasan akses layanan kesehatan jiwa.

 

FK Undip mencetak alumni unggul seperti Dr. Sri Idaiani, yang berkiprah dalam riset kesehatan mental dan kebijakan berbasis data di tingkat global.

 

Pengalaman tersebut mendorongnya untuk memperdalam bidang psikiatri di FK Undip. Ia menilai pendidikan yang diperoleh tidak hanya memperkuat kompetensi klinis, tetapi juga membentuk cara berpikir kritis dalam memahami masalah kesehatan secara menyeluruh, baik dari aspek individu maupun populasi. Kariernya sebagai peneliti berkembang melalui keterlibatannya dalam berbagai riset strategis nasional, termasuk Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Dalam penelitian ini, ia berkontribusi pada analisis data kesehatan jiwa yang menjadi rujukan penting bagi pemerintah, akademisi, hingga peneliti di Indonesia.

 

FK Undip mencetak alumni unggul seperti Dr. Sri Idaiani, yang berkiprah dalam riset kesehatan mental dan kebijakan berbasis data di tingkat global.

 

Data Riskesdas tahun 2007, 2013, dan 2018 menunjukkan bahwa gangguan mental emosional masih menjadi tantangan signifikan di Indonesia. Temuan tersebut tidak hanya memperkaya kajian akademik, tetapi juga menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan kesehatan jiwa yang lebih tepat sasaran dan berbasis bukti ilmiah. Selain di tingkat nasional, Dr. Idaiani juga aktif dalam berbagai kolaborasi internasional. Ia mengikuti pelatihan dan bekerja sama dengan institusi global seperti University of Rochester di Amerika Serikat dan University of Manchester di Inggris. Kolaborasi ini memperkuat jejaring riset sekaligus memperluas perspektif dalam memahami kesehatan jiwa secara multidimensional.

 

FK Undip mencetak alumni unggul seperti Dr. Sri Idaiani, yang berkiprah dalam riset kesehatan mental dan kebijakan berbasis data di tingkat global.

 

Saat ini, ia berkiprah sebagai peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bekerja dalam lingkungan multidisiplin yang memungkinkan integrasi berbagai bidang ilmu. Pendekatan ini dinilai penting untuk menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap isu kesehatan, termasuk pengembangan riset psikiatri berbasis biomarker di masa depan.

 

Kisah Dr. Idaiani menjadi bukti bahwa pendidikan di FK Undip mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan kesehatan, baik di tingkat nasional maupun global. (Humas FK Undip)

 

Bagikan di:

Berita Terkait