SEMARANG — Mahasiswa Program Studi S1 Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip), Argitta Nova Triana, berhasil mengukir prestasi membanggakan di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) PKM 2025 yang digelar di Universitas Hasanuddin, Makassar pada 28 November 2025. Ia bersama Tim Chitoma meraih dua medali emas sekaligus, yakni Medali Emas Kategori Presentasi dan Medali Emas Kategori Poster melalui inovasi “Chitoma: Edible Coating Berbasis Kulit Udang dan Kunyit untuk Mengatasi Food Loss dan Food Waste.”
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Undip, terutama dalam upaya mendorong inovasi pangan berkelanjutan. Argitta mengaku tidak menyangka timnya dapat meraih dua gelar juara sekaligus, mengingat proses panjang yang harus dilalui.
Menurutnya, perjalanan menuju PIMNAS PKM penuh tantangan sejak penyusunan proposal hingga laporan akhir.
“Rasanya senang sekali dan syok karena masih enggak nyangka. Perjuangan ‘berdarah-darah’ kami terbayar tuntas,” ungkapnya pada Senin (8/12/2025).
Inovasi edible coating “Chitoma” berawal dari keprihatinan tim terhadap tingginya angka food loss dan food waste di Indonesia, yang menempatkan Indonesia pada posisi kedua penyumbang sampah makanan terbesar di dunia. Kondisi ini mendorong para anggota tim untuk menciptakan solusi berbasis sains teknologi.
Tim Chitoma terdiri atas lima mahasiswa lintas fakultas: Fakultas Kedokteran, Fakultas Sains dan Matematika, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, serta Fakultas Peternakan dan Pertanian. Pemilihan kulit udang dan kunyit sebagai bahan utama bukan tanpa alasan.
Argitta menjelaskan bahwa Semarang merupakan daerah dengan produksi udang yang tinggi, sehingga limbah kulit udang melimpah. Sementara kunyit dipilih karena memiliki sifat antimikroba serta antioksidan alami, sehingga kedua bahan tersebut dapat memberikan perlindungan ganda bagi produk.
“Kita mikir kalau udangnya aja yang terpakai, kulitnya mau diapakan? Akhirnya kita memutuskan untuk memakai kulit udang dan kunyit,” terangnya.

Dalam proses penelitian, tim melakukan berbagai uji, termasuk uji organoleptik serta survei konsumen. Hasilnya menunjukkan bahwa Chitoma mampu memperpanjang masa simpan buah dan sayur hingga dua kali lipat dibandingkan kondisi alami. Hal ini menjadi nilai tambah yang membuat inovasi tersebut potensial dikembangkan lebih lanjut.
“Kalau bahan makanannya bisa disimpan dulu, enggak cepat busuk, maka enggak banyak makanan yang terbuang. Harapannya produk Chitoma makin dikenal banyak orang,” ujarnya.
Argitta mendorong mahasiswa lain agar berani mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan tampil di PIMNAS. Menurutnya, kesempatan besar akan terbuka bagi mahasiswa yang mau memulai langkah pertama.
“Buat teman-teman yang punya ide atau niat ikut PKM, ikutin aja. Percaya kalian bisa, meskipun tujuannya jangan langsung jadi juara, tapi memberikan manfaat untuk kalian dan masyarakat,” pesannya.
Prestasi Tim Chitoma menjadi bukti bahwa mahasiswa FK Undip tidak hanya unggul dalam bidang kesehatan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam inovasi pangan berkelanjutan. Keberhasilan ini menegaskan komitmen Undip dalam mendorong kolaborasi lintas ilmu untuk menciptakan solusi nyata bagi permasalahan global.(Humas FK Undip/Sara)




