SEMARANG – Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) menyelenggarakan Workshop Pelatihan Gizi Bencana pada Selasa (9/12/2025) di Kampus Tembalang, Semarang. Kegiatan ini digelar sebagai upaya penguatan kapasitas relawan yang akan diterjunkan ke lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera. Selain itu juga untuk mengawali Program Pengabdian Kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Pelatihan menghadirkan tiga narasumber dari bidang gizi dan manajemen kebencanaan, yaitu Dr. Nuryanto, S.Gz., M.Gz.; Binar Panunggal, S.Gz., M.P.H.; dan Adriyan Pramono, S.Gz., M.Si., Ph.D. Materi yang disampaikan mencakup penilaian kebutuhan gizi penyintas, pengelolaan makanan darurat, strategi pemenuhan gizi kelompok rentan, serta tantangan lapangan dalam respons bencana.
Wakil Dekan Sumber Daya FK Undip, Nuryanto, S.Gz., M.Gz., menyampaikan bahwa kebutuhan gizi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan pasien dengan komorbid harus menjadi perhatian utama dalam situasi bencana.
“Dalam kondisi krisis, makanan untuk kelompok rentan tidak bisa disamakan dengan makanan umum,” ujarnya singkat.
Ia menegaskan bahwa relawan perlu memahami jenis makanan khusus yang aman dan sesuai kebutuhan untuk mengurangi risiko kesehatan lanjutan saat bencana.
Sebagai Ketua Pelaksana Gizi Bencana FK Undip, Binar Panunggal, S.Gz., M.P.H. menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan persiapan sebelum tim diterjunkan ke wilayah Kota Padang, Agam, Palembayan, dan Pariaman. Selama lima hari, relawan akan berfokus pada pemenuhan gizi kelompok rawan berdasarkan hasil asesmen kebutuhan di lapangan.
Pemenuhan gizi pada fase darurat dinilai penting untuk mencegah penyakit, mendukung proses pemulihan di fasilitas kesehatan, dan menjaga tumbuh kembang bayi serta balita. Relawan juga dibekali pemahaman terkait koordinasi multisektor dan mekanisme distribusi bantuan gizi agar tepat sasaran.
Melalui workshop ini, FK Undip memperkuat kontribusinya dalam respons bencana nasional. Pembekalan yang komprehensif diharapkan mampu meningkatkan kesiapan relawan dan memastikan intervensi gizi di lapangan berjalan efektif, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.(Humas FK Undip/Sara)




