FK Undip Perkuat Mutu Pendidikan Spesialis Lewat Pembukaan PPDS Gizi Klinik FK UNS

SEMARANG – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan dokter spesialis sekaligus meningkatkan mutu layanan kesehatan nasional melalui perannya sebagai Perguruan Tinggi (PT) Pembina dalam pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Gizi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS) pada Jumat (6/2/2026).

Sebagai institusi pembina, FK UNDIP berbagi best practices dalam pengelolaan pendidikan spesialis yang terstandar nasional, terintegrasi dengan layanan rumah sakit pendidikan, serta berorientasi pada kebutuhan nyata sistem kesehatan. Model pembelajaran menekankan kompetensi klinik, manajemen instalasi gizi, keselamatan pasien, hingga penguatan riset terapan di bidang gizi klinik.

Peran FK Undip sebagai PT Pembina Perkuat PPDS Gizi Klinik FK UNS

 

Ketua Program Studi dan tim pengelola PPDS Gizi Klinik FK UNDIP dalam pemaparannya juga berbagi pengalaman terkait mekanisme penerimaan mahasiswa baru, substansi wawancara seleksi calon mahasiswa, struktur kurikulum berbasis kompetensi, sistem perkuliahan, serta acuan penetapan Satuan Kredit Semester (SKS) sesuai standar nasional pendidikan dokter spesialis gizi klinik, sistem stase rumah sakit jejaring, serta metode asesmen klinik (Mini-CEX, OSCE, ujian stase). Pendampingan ini menjadi bagian dari kesiapan FK UNS untuk secara resmi membuka penerimaan mahasiswa baru PPDS Gizi Klinik pada tahun ini.

Peran FK Undip sebagai PT Pembina Perkuat PPDS Gizi Klinik FK UNS

Inisiatif pembinaan FK UNDIP dan FK UNS ini selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya: SDG 2 – Zero Hunger: penguatan kompetensi dokter spesialis gizi klinik dalam pencegahan dan tata laksana malnutrisi serta perbaikan status gizi pasien, SDG 3 – Good Health and Well-being: peningkatan mutu layanan kesehatan dan keselamatan pasien melalui tenaga spesialis yang profesional dan berbasis bukti, SDG 4 – Quality Education: pengembangan pendidikan profesi kedokteran berbasis kompetensi, riset, dan standar nasional, SDG 10 – Reduced Inequalities: pemerataan akses pendidikan spesialis dan distribusi layanan gizi klinik yang lebih merata di berbagai wilayah, SDG 17 – Partnerships for the Goals: kemitraan strategis antarperguruan tinggi dan rumah sakit pendidikan dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan

Melalui kemitraan ini, FK UNDIP berharap terbentuk ekosistem pendidikan spesialis yang kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, klinis, dan riset, sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

Sebagai PT Pembina, FK UNDIP akan terus mendampingi proses pengembangan program, memastikan mutu pendidikan terjaga, serta memperluas jejaring kerja sama nasional guna mendukung transformasi pendidikan kedokteran dan sistem layanan kesehatan yang lebih adil, berkualitas, dan berkelanjutan.(Astarina Wisnu-Kerjasama Dalam Negeri FK UNDIP)

Bagikan di:

Berita Terkait

Kategori

Berita Terkini

Layanan Akademik

Layanan Aduan

Acara