PURWOKERTO — Keberhasilan seorang dokter spesialis tidak hanya diukur dari kemampuannya di balik meja laboratorium, tetapi juga dari kontribusi nyatanya dalam sistem kesehatan masyarakat. Hal inilah yang dibuktikan oleh dr. Ratna Wulan Febriyanti, Sp.MK, CIBsOdr. Ratna Wulan Febriyanti, Sp.MK, CIBsO 1, alumni Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) yang kini memegang peran vital di dunia medis dan akademis Jawa Tengah.
Sejak menyelesaikan pendidikannya di Universitas Diponegoro, dr. Ratna tercatat mengemban berbagai amanah strategis di Purwokerto. Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Dekan II dan Kaprodi di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), sekaligus dokter fungsional di RS Margono Soekarjo. Tak hanya di struktural, ia juga dipercaya menjadi Ketua Komite PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) serta Ketua Laboratorium PCR.

Kesuksesan dr. Ratna dalam mengelola berbagai lini tersebut tidak lepas dari tempaan selama menempuh pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran Undip. Menurutnya, masa PPDS di Semarang adalah fase krusial yang membentuk integritas ilmiah dan moralnya.
“Pendidikan di PPDS Mikrobiologi Klinik FK Undip mengajarkan saya bahwa ilmu tidak boleh berhenti pada pemahaman, tetapi harus tumbuh menjadi keberanian untuk meneliti dan ketulusan untuk mengabdi,” ungkap dr. Ratna.
Ia menekankan bahwa kurikulum dan lingkungan akademik di Fakultas Kedokteran Undip mendorongnya untuk selalu jujur pada data melalui penelitian, namun tetap memegang teguh tujuan awal profesi sebagai pelayan sesama.

Dedikasi yang ia bawa dari Fakultas Kedokteran Undip tercermin dalam fokus risetnya yang berdampak langsung bagi masyarakat. dr. Ratna aktif meneliti risiko tuberkulosis resistan obat (TB-RO) di rumah sakit rujukan Jawa Tengah serta standar keamanan laboratorium biomedis.
Horizon berpikirnya yang luas—mulai dari teknis laboratorium hingga perhatian pada kesehatan mental mahasiswa kedokteran—menunjukkan bahwa lulusan Fakultas Kedokteran Undip dididik untuk menjadi praktisi yang multidimensional.
Bagi dr. Ratna, gelar spesialis yang ia raih di FK Undip adalah alat untuk menghadirkan keputusan klinis yang lebih tepat. Ia membuktikan bahwa seorang dokter spesialis yang besar adalah mereka yang sanggup mengubah ilmu pengetahuan menjadi manfaat yang nyata bagi sistem kesehatan dan pendidikan nasional.(*)




