Mahasiswa FK Undip Raih Prestasi di IMPhO 2025, Bangkit Setelah Gagal di Ajang Internasional

SEMARANG — Dua mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip), Gregorius Raymond Geraldo dan Bre Atmaja Ariyamaitri, berhasil meraih prestasi membanggakan pada ajang Indonesian Medical Physiology Olympiad (IMPhO) 2025 yang digelar di Universitas Airlangga pada 26–28 September 2025.

Gregorius menempati posisi 2nd Best Individual, sementara Bre meraih 8th Best Individual.

Pencapaian ini terasa semakin istimewa karena keduanya sebelumnya belum berhasil meraih gelar juara pada kompetisi fisiologi internasional di Thailand. Namun pengalaman tersebut justru memacu semangat mereka untuk bangkit dan tampil lebih baik di tingkat nasional.

Keduanya terpilih sebagai delegasi setelah melalui seleksi tim Fisiologi (FAAL) FK Undip. Mereka kemudian menjalani persiapan intensif di bawah bimbingan dr. Ridzky Firmansyah Hardian, Ph.D.

Menurut dr. Ridzky, para delegasi telah menjalani proses persiapan selama kurang lebih enam bulan, bersamaan dengan persiapan untuk kompetisi IMSPQ di Thailand. Persiapan tersebut meliputi diskusi materi, simulasi soal tertulis, hingga latihan kuis cepat.

Ia menambahkan bahwa meski belum meraih gelar juara di Thailand, ia bangga karena delegasi Undip mampu meraih penghargaan kategori best individual score di IMPhO 2025. Ia berharap Undip meraih pencapaian lebih tinggi pada kompetisi fisiologi di tahun-tahun mendatang.

“Walaupun belum cukup beruntung untuk mendapatkan gelar juara, saya bangga dengan delegasi dari Undip yang berhasil mendapatkan penghargaan di kategori best individual score,” ujarnya kepada FK Undip pada Senin (1/12/2025).

Bre menjelaskan bahwa kekecewaan setelah pulang dari Thailand menjadi titik balik yang mendorong mereka untuk menerima tantangan IMPhO. Ia mengungkap bahwa mereka merasa tertantang karena sebelumnya kembali dari Thailand tanpa membawa hasil.

Sementara itu, Gregorius menuturkan bahwa tantangan terberat selama kompetisi bukan hanya soal materi, melainkan soal mengendalikan diri sendiri. Ia menilai bahwa dalam kompetisi seperti ini, semua peserta sama-sama pintar, tetapi kemenangan biasanya berpihak pada mereka yang memiliki mental kompetitif yang kuat.

“Tantangan terbesarnya ya mengalahkan diri sendiri, seperti membangun mentalnya. Karena setiap kompetisi tuh pesertanya semua pintar. Tapi yang menang yang punya mental juara,” jelasnya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan dosen Fisiologi FK Undip. Gregorius menyampaikan bahwa para dosen sangat aktif memantau jadwal latihan dan memberikan pendampingan selama persiapan. Ia merasa bimbingan yang diberikan sangat matang dan terstruktur.

Bre menambahkan bahwa materi fisiologi yang diajarkan selama kuliah sangat membantu mereka memahami soal-soal lomba. Menurutnya, penyampaian materi yang jelas dari para dosen menjadi bekal penting saat mengerjakan soal kompetisi.

Bagi Bre, capaian ini menjadi langkah awal untuk meraih hasil lebih baik pada kompetisi mendatang. Ia berharap dapat meningkatkan pencapaian hingga meraih posisi puncak di tahun berikutnya.

“Prestasi ini sebagai batu lompatan supaya bisa lebih baik pada kompetisi lainnya. Ke depannya, Amin, juara satu,” ujarnya penuh semangat.

Gregorius mengungkapkan bahwa momen berkesan selama kompetisi adalah kesempatan bertemu dan berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah, memperluas jejaring pertemanan dan pengalaman akademik.

Secara umum, keduanya mendorong mahasiswa FK Undip lainnya untuk berani mencoba mengikuti kompetisi ilmiah. Gregorius menekankan pentingnya mencoba terlebih dahulu tanpa terlalu memikirkan menang atau kalah, sedangkan Bre mengingatkan agar mahasiswa memilih kompetisi yang sesuai minat agar prosesnya terasa menyenangkan.

“Dicoba aja dulu, menang kalah itu urusan belakangan, yang penting pengalamannya,” pesan Gregorius.

“Coba dulu aja, tapi sebelumnya cari kompetisi yang disukai dulu. Karena kalau kuliah cuma kuliah doang itu rugi,” ungkap Bre.

Prestasi Gregorius dan Bre kembali menegaskan komitmen Fakultas Kedokteran Undip dalam mencetak mahasiswa yang unggul secara akademik, kompetitif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. FK Undip terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam berbagai ajang ilmiah sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan dan daya saing global.(Humas FK Undip/Sara)

 

Bagikan di:

Berita Terkait

Kategori

Berita Terkini

Layanan Akademik

Layanan Aduan

Acara