KUALA LUMPUR – Ajang 2nd International Student Competition (ISC) 2026 menjadi sejarah tersendiri bagi mahasiswa Program Magister Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) yang berhasil membawa pulang Bronze Medal. Prestasi ini ditorehkan Windiarti Anisa Fitri dari Magister Ilmu Gizi FK Undip, berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada 14–15 Februari 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Penghargaan tersebut diraih melalui inovasi platform edukasi digital bertajuk SI GENTING (Aplikasi Generasi Bebas Stunting), sebuah aplikasi berbasis Android yang dirancang sebagai solusi komprehensif pencegahan stunting. Aplikasi ini mengintegrasikan edukasi gizi interaktif, deteksi dini status gizi, serta layanan konsultasi dengan ahli gizi dalam satu sistem terpadu. Inovasi tersebut dituangkan dalam esai berjudul “Transforming Nutrition Education through SI GENTING: Building Global Synergy Towards a Healthy and Sustainable Generation.” Windi menjelaskan, pemilihan topik stunting dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka stunting yang menjadi persoalan gizi prioritas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara berkembang.
“Melalui pendekatan edukasi yang komprehensif dan deteksi dini status gizi, diharapkan upaya pencegahan dapat dilakukan lebih awal sehingga risiko stunting dapat ditekan secara berkelanjutan,” ujarnya kepada FK Undip.

Proses persiapan kompetisi dilakukan sejak November 2025, dimulai dari identifikasi isu, studi literatur mendalam, perancangan konsep aplikasi, hingga penyusunan dan penyempurnaan esai. Kolaborasi lintas universitas antara Universitas Diponegoro dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi kekuatan utama dalam mengintegrasikan perspektif kesehatan, pendidikan, dan teknologi dalam satu inovasi yang utuh.
Adapun tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah koordinasi lintas disiplin dan latar belakang keilmuan. Perbedaan perspektif antara bidang gizi dan pendidikan diatasi melalui komunikasi intensif, diskusi rutin daring, serta pembagian peran yang jelas sesuai kompetensi masing-masing anggota tim. Keberagaman tersebut justru memperkaya gagasan dan menghasilkan solusi yang lebih inovatif. Windi berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa FK Undip, khususnya mahasiswa Magister Ilmu Gizi, untuk terus berani berinovasi dan berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
“Manfaatkan keilmuan dan pengalaman yang telah diperoleh untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata. Jangan takut berkompetisi, karena prosesnya adalah ruang belajar untuk menguji kapasitas diri,” ujarnya.
Prestasi ini menegaskan komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dalam mendorong budaya akademik yang inovatif, kolaboratif, dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat peran institusi dalam melahirkan solusi kesehatan berbasis riset yang relevan dengan tantangan nyata masyarakat.(*)




