Mahasiswa Undip Raih Juara 1 SIL Hackathon 2026, Siap Wakili Indonesia di Tingkat Dunia

BANDUNG – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Diponegoro dalam ajang internasional SIL Hackathon 2026 (Bandung Hub) yang diselenggarakan oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health melalui Harvard Health Systems Innovation Lab (HSIL). Kompetisi bergengsi yang mengusung tema “Building High-Value Health Systems: Leveraging Artificial Intelligence” ini berlangsung pada 10–11 April 2026 di CRCS Building, Institut Teknologi Bandung (ITB), yang berperan sebagai Country Hub resmi di Indonesia.

 

Mahasiswa Universitas Diponegoro dalam ajang internasional SIL Hackathon 2026 (Bandung Hub) yang diselenggarakan oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health melalui Harvard Health Systems Innovation Lab (HSIL).

 

Tim Universitas Diponegoro berhasil meraih Juara 1, mengungguli lebih dari 40 tim terbaik dari seluruh Indonesia. Para peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta ternama, institusi riset, hingga kalangan akademisi seperti guru besar, doktor, dan mahasiswa pascasarjana, sehingga menjadikan kompetisi ini berlangsung sangat kompetitif dan bergengsi di tingkat nasional.

Tim Undip terdiri dari dua mahasiswa Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran yaitu Elizabet Febriani & Cahya Mutiara Sandi serta tiga mahasiswa dari Program Studi Informatika Fakultas Sains dan Matematika. Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan inovasi sistem kesehatan berbasis teknologi, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk mendukung pengembangan sistem kesehatan yang bernilai tinggi.

 

Mahasiswa Universitas Diponegoro dalam ajang internasional SIL Hackathon 2026 (Bandung Hub) yang diselenggarakan oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health melalui Harvard Health Systems Innovation Lab (HSIL).

 

Atas capaian tersebut, tim Universitas Diponegoro akan melaju sebagai wakil Indonesia pada kompetisi tingkat global yang akan diikuti oleh peserta dari lebih dari 30 negara. Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dalam mendorong inovasi, kolaborasi multidisiplin, serta kontribusi nyata dalam pengembangan sistem kesehatan berbasis teknologi di kancah internasional.(*)

 

Bagikan di:

Berita Terkait