Tim mahasiswa ini mendapat bimbingan dari tim dosen pembimbing yaitu Arwinda Nugraheni SKM, M.Epid, Prof. Hanifa Maher Denny, S.KM., MPH., Ph.D, dan dr. Dodik Pramono, M.Si. Med. Program KKN dilaksanakan di empat kelurahan, yakni Jabungan, Banyumanik, Pudakpayung, dan Srondol Wetan, dengan fokus pada peningkatan gizi anak, pola asuh keluarga, serta pemberdayaan masyarakat.
Rangkaian Kegiatan
Kegiatan KKN diawali dengan pembekalan pada 21 Juni 2025, dilanjutkan dengan survey lokasi posko dan kelurahan pada 24 Juni 2025. Mahasiswa resmi diterjunkan ke lapangan pada 4 Juli 2025 dan menjalankan program hingga penarikan pada 15 Agustus 2025.

Gambar 2. Visitasi Keluarga dengan Balita Stunting, Kelurahan Pudakpayung, Semarang
Selama pelaksanaan, setiap kelompok kelurahan menghadirkan inovasi dan pendekatan berbeda sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Kelurahan Pudakpayung melakukan pendekatan door-to-door visitasi kepada keluarga yang memiliki anak stunting. Metode ini dipilih agar komunikasi lebih intens dan personal, sekaligus mempermudah pemantauan tumbuh kembang anak serta memberikan edukasi gizi yang lebih tepat sasaran.
Mahasiswa tim Kelurahan Jabungan menghadirkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa nugget tahu yang diolah khusus untuk anak-anak berisiko stunting. Kegiatan ini tidak hanya fokus pada pemberian makanan, tetapi juga mengedukasi orang tua mengenai pentingnya diversifikasi pangan bergizi.
Pada wilayah Srondol Wetan tim mengadakan monitoring diversifikasi PMT dan peningkatan pola asuh keluarga. Edukasi dilakukan dengan mengajak orang tua mengatur pola makan anak serta cara mendampingi tumbuh kembang mereka, sehingga gizi dan kesehatan anak lebih terpantau. Mahasiswa di Kelurahan Tinjomoyo memperkuat interaksi dengan warga melalui kunjungan rumah dan pengecekan logbook balita stunting. Dengan cara ini, data perkembangan anak dapat terdokumentasi lebih baik dan keluarga merasa lebih didampingi oleh mahasiswa KKN.
Harapan dan Dampak
Program KKN-T Tim 110 UNDIP ini diharapkan dapat membantu menekan angka stunting di wilayah Banyumanik dengan pendekatan berbasis keluarga dan komunitas. Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-3, yaitu Good Health and Well-being.
“Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu, tetapi juga turut berkontribusi pada pembangunan kesehatan masyarakat. Semoga upaya kecil ini bisa memberikan dampak besar bagi generasi mendatang,” ungkap Arwinda Nugraheni SKM, M.Epid, dosen pembimbing.