Edukasi, Deteksi, dan Harapan: FK UNDIP Hadirkan Program Pencegahan Kanker di Desa Binaan melalui Program Posyandu lansia

MAGELANG – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat pada program Posyandu Lansia Dusun Nabin, Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, dengan fokus pada pencegahan dan penanganan kanker. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dan kontribusi sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program prioritas nasional dan pembangunan kesehatan di daerah melalui Sistem Kesehatan Akademik UNDIP.

Dipimpin oleh dr. I. Edward Kurnia Setiawan, M.Si.Med, MM, MHKes, SpPK(K), kegiatan ini melibatkan tim multidisiplin yang terdiri dari para ahli onkologi, radiologi, patologi klinik, dan kesehatan masyarakat. Kehadiran tim ini memberikan pendekatan komprehensif dalam edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya kelompok lansia.

Kegiatan deteksi dini dan pendampingan kesehatan oleh tim multidisiplin FK Undip dalam program Posyandu Lansia Desa Gulon.
Kegiatan deteksi dini dan pendampingan kesehatan oleh tim multidisiplin FK Undip dalam program Posyandu Lansia Desa Gulon.

Program ini selaras dengan prioritas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui inisiatif KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi) yang menitikberatkan pada pengendalian penyakit tidak menular. FK Undip berperan dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di tingkat desa melalui penyuluhan interaktif, simulasi edukasi, serta pendampingan psikososial bagi pasien dan keluarga.

Selain mendukung program nasional, kegiatan ini juga berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 (Good Health and Well-being), dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pengelolaan penyakit kanker.

Pemilihan Desa Gulon sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada statusnya sebagai desa binaan Undip, sehingga memungkinkan intervensi yang berkelanjutan dan terukur. Kolaborasi dengan kader kesehatan desa dan pemerintah setempat menjadi kunci dalam memperkuat implementasi program kesehatan hingga ke tingkat akar rumput. Masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai faktor risiko kanker, pentingnya pencegahan, serta dukungan dalam menjalani terapi. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat jejaring antara FK UNDIP, kader kesehatan, dan pemerintah daerah untuk pengembangan program kesehatan berkelanjutan.

FK Undip menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir melalui kegiatan penyuluhan sesaat, tetapi membangun program pengabdian yang berkelanjutan dan berorientasi dampak jangka panjang. Ke depan, inisiatif ini akan dikembangkan dalam bentuk pendampingan rutin, penguatan kapasitas kader kesehatan desa, integrasi dengan layanan kesehatan setempat, serta monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutan program. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kesehatan komunitas yang mandiri, adaptif, dan berdaya, sekaligus berkontribusi nyata terhadap pencapaian target nasional dan global di bidang kesehatan. (Edward-Kerjasama)

Bagikan di:

Berita Terkait