SEMARANG – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP) menyelenggarakan webinar internasional yang menghadirkan pakar nasional dan internasional untuk membahas perkembangan terkini dalam tatalaksana kanker ovarium berdasarkan rekomendasi terbaru European Society of Gynaecological Oncology (ESGO) pada Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini menjadi wadah berbagi ilmu dan pengalaman dalam meningkatkan kualitas pelayanan pasien kanker ovarium melalui pendekatan berbasis bukti (evidence-based medicine).
Webinar menghadirkan narasumber internasional, Prof. Christina Fotopoulou, Chair of the Guidelines Committees European Society of Gynaecological Oncology (ESGO) sekaligus Chair in Gynaecological Cancer Surgery Imperial College London, yang memaparkan pembaruan Pedoman ESGO 2026 dalam penanganan kanker ovarium. Turut menjadi pembicara dr. Endy Cahyono Kristiawan, Sp.OG., Subsp.Onk. dari RSUP Dr. Kariadi Semarang serta Dr. dr. Christina Hari Nawangsih Prihharsanti, Sp.Rad., Sp.Onk.Rad(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Diskusi dipandu oleh moderator dr. Diaza Okadimar Ariyanto.
Pada sesi pertama, Prof. Christina Fotopoulou menyampaikan materi Key Updates and Rationale Behind the New ESGO Ovarian Cancer Recommendations. Dalam paparannya, Prof. Christina menjelaskan berbagai pembaruan penting pada rekomendasi ESGO terkait diagnosis, penentuan stadium, strategi pembedahan, hingga terapi sistemik pada kanker ovarium.
Ia menekankan bahwa setiap pasien dengan dugaan maupun kekambuhan kanker ovarium perlu dirujuk sedini mungkin ke pusat layanan yang memiliki keahlian khusus di bidang onkologi ginekologi agar memperoleh diagnosis dan terapi yang tepat tanpa mengalami keterlambatan penanganan.
Menurutnya, pelayanan kanker ovarium harus dilakukan melalui pendekatan multidisiplin yang melibatkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan onkologi, ahli patologi anatomi, radiologi, onkologi medik, onkologi radiasi, serta tenaga kesehatan lainnya. Pendekatan tersebut memungkinkan setiap keputusan terapi disusun berdasarkan kondisi klinis pasien dan bukti ilmiah terkini.
Selanjutnya, dr. Endy Cahyono Kristiawan, Sp.OG, Subsp.Onk membawakan materi Translating ESGO Guidelines into Local Clinical Practice: Opportunities and Challenges in Indonesia. Ia mengulas berbagai tantangan dalam mengimplementasikan pedoman ESGO di Indonesia, mulai dari keterbatasan akses terhadap pemeriksaan genetik, terapi target, obat-obatan inovatif, hingga pembiayaan layanan kesehatan.

Menurut dr. Endy, sebagian besar pasien kanker ovarium di Indonesia masih datang pada stadium lanjut sehingga memerlukan penanganan yang lebih kompleks. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem rujukan, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap gejala kanker ovarium, serta kolaborasi antar profesi agar rekomendasi internasional dapat diterapkan secara optimal sesuai dengan kondisi pelayanan kesehatan di Indonesia.
Pada sesi berikutnya, Dr. dr. Christina Hari Nawangsih Prihharsanti, Sp.Rad., Subsp.Onk.Rad. menyampaikan materi The Evolving Role of Radiotherapy in Ovarian Cancer: Evidence, Indications, and Future Directions. Beliau menjelaskan bahwa perkembangan teknologi radioterapi telah memperluas perannya dalam tata laksana kanker ovarium. Radioterapi modern tetap memiliki kontribusi penting, terutama sebagai terapi paliatif untuk mengendalikan perdarahan, nyeri, maupun gejala akibat penekanan organ pada pasien dengan penyakit stadium lanjut.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai implementasi rekomendasi ESGO, pemilihan operasi primer dibandingkan kemoterapi neoadjuvan, penanganan kanker ovarium herediter, perkembangan imunoterapi, hingga tantangan penyediaan layanan kanker ovarium di Indonesia. Para narasumber sepakat bahwa setiap keputusan terapi harus didasarkan pada bukti ilmiah terbaru, karakteristik penyakit, serta kondisi individual setiap pasien.

Melalui webinar internasional ini, FK UNDIP berharap dapat memperkuat kolaborasi akademik dengan para pakar dunia sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan Indonesia dalam memberikan pelayanan kanker ovarium yang berkualitas, komprehensif, dan berbasis bukti sesuai standar internasional. (Humas FK Undip)




