SEMARANG — Departemen Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP) melalui peminatan Community Mental Health Nursing (CMHN) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Meteseh, Kota Semarang pada tanggal 6 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program EQUITY Community Development yang berfokus pada peningkatan kesehatan mental masyarakat berbasis komunitas.
Kegiatan yang berlangsung pada hari ini dihadiri oleh sekitar 30 ibu-ibu dari berbagai RW di Kelurahan Meteseh. Program ini menjadi wadah edukasi sekaligus praktik langsung terkait dukungan psikososial dan penguatan kesehatan jiwa masyarakat.
Dalam sambutannya, Lurah Meteseh, Rahman, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap masyarakat Meteseh dapat terus menjaga kesehatan jiwa di tengah tantangan kehidupan sehari-hari.
“Semoga masyarakat Meteseh selalu sehat jiwa, sehat secara fisik maupun mental, sehingga dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik,” tuturnya dalam pembukaan kegiatan.
Program pengabdian ini mengangkat tema The Mindful Living for Diabetes Programme: Program Dukungan Psikososial Sehat Jiwa bagi Masyarakat di Kelurahan Meteseh. Tim pengabdian menyusun sebuah modul edukasi masyarakat yang berisi berbagai teknik sederhana untuk membantu masyarakat mengelola stres, kecemasan, dan emosi sehari-hari.

Materi yang diberikan meliputi latihan tarik napas dalam, relaksasi otot progresif, grounding, butterfly hug, relaksasi Benson, thought stopping, journaling, positive self-talk, hingga latihan spiritual dan reminiscence therapy. Peserta juga diajak melakukan praktik langsung agar teknik-teknik tersebut dapat diterapkan secara mandiri di rumah.
Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari berbagai institusi, termasuk Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, Universitas Islam Sultan Agung, serta Poltekkes Kemenkes Semarang dalam skema Community Development (Inbound).
Salah satu dosen tim pengabdian, Ns. Ryka Widyaningtyas, S.Kep., M.Sc., menyampaikan bahwa pendekatan kesehatan jiwa berbasis komunitas menjadi sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental secara preventif dan promotif.
“Kesehatan jiwa bukan hanya tentang gangguan mental, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat mampu mengenali emosi, mengelola stres, dan membangun ketahanan psikologis dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Departemen Ilmu Keperawatan FK UNDIP berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan jiwa serta mampu menerapkan teknik-teknik sederhana untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis di lingkungan komunitas.




