Bawa Gagasan Planetary Health, Tim Mahasiswa FK Undip Raih Medali Perunggu di International Youth Summit 2026

MALAYSIA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip). Tim yang terdiri dari M. Umar Dani, Fadhil Raihan Akbar, dan Ihsan Shafiyyur Rahman berhasil meraih Bronze Medal untuk kategori Topic Environment dalam ajang bergengsi International Youth Summit 2026. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Centre of Entrepreneurial Development and Graduate Marketability Universiti Putra Malaysia (UPM) ini berlangsung pada 30-31 Mei 2026.

Dalam kompetisi tersebut, tim mengangkat topik Planetary Health on Post Disaster Restoration. Mereka memilih tema ini untuk menjawab dilema yang sering terjadi dalam proses pemulihan pascabencana.

Planetary Health adalah konsep interdisipliner tentang kesejahteraan peradaban manusia dan sistem alam. Dalam restorasi pasca bencana, kita tidak bisa hanya fokus pada manusia dan mengabaikan alam, atau sebaliknya. Keduanya harus seimbang agar tidak memicu bencana di masa mendatang,” ujar Fadhil Raihan Akbar kepada Fakultas Kedokteran Undip pada Jumat (5/6/2026).

 

Mahasiswa FK UNDIP peraih Bronze Medal International Youth Summit 2026 dengan inovasi Planetary Health untuk restorasi pascabencana di Malaysia.
Tim mahasiswa FK UNDIP yang terdiri dari M. Umar Dani, Fadhil Raihan Akbar, dan Ihsan Shafiyyur Rahman berhasil meraih Bronze Medal kategori Topic Environment pada International Youth Summit 2026 di Malaysia melalui gagasan Planetary Health untuk restorasi pascabencana.

 

Solusi utama yang ditawarkan tim adalah pendekatan restorasi berbasis pemberdayaan masyarakat. Mereka mengusulkan pembentukan “penjaga alam lokal” yang memanfaatkan pengetahuan warga setempat untuk memulihkan ekosistem dengan dukungan keilmuan dari tim dan mitra UNDIP. Selain itu, tim juga memperkenalkan gagasan konversi “Carbon Credit” menjadi hak atas lahan. Skema ini memungkinkan lahan dikelola sebagai hutan lindung untuk pemulihan ekosistem atau hutan produktif yang dapat menghasilkan pendapatan bagi warga terdampak, sehingga mereka dapat bangkit secara ekonomi.

Prestasi ini tidak lepas dari bimbingan Ns. Nur Hafizhah Widyaningtyas, S.Kep., M.Kep. selaku dosen pembimbing. Ia mengapresiasi keberanian mahasiswanya yang mengangkat tema lintas keilmuan.

“Mahasiswa perlu diapresiasi karena berani mengangkat tema lintas keilmuan yaitu lingkungan dengan fokus pada pemulihan pasca bencana. Hal ini menjadi bukti bahwa mahasiswa peka terhadap kebutuhan masyarakat sesuai kondisi terkini,” ungkap Nur Hafizhah.

Tim juga memuji peran Fakultas Kedokteran Undip yang telah membimbing mulai dari penggalian ide hingga finalisasi karya, mentransfer pengalaman para dosen baik sebagai peneliti maupun relawan kemanusiaan. Menutup pencapaian ini, tim berpesan kepada sesama mahasiswa Fakultas Kedokteran Undip untuk tidak takut bermimpi besar.

“Prestasi internasional bukan hanya tentang menjadi yang paling pintar, tetapi tentang konsistensi, kerja keras, dan keberanian belajar. Memanfaatkan lingkungan FK Undip yang luar biasa untuk berkolaborasi dan bawa harum nama UNDIP di kancah internasional,” pungkas Fadhil Raihan Akbar. (Humas FK Undip/Saradita/Erman)

Bagikan di:

Berita Terkait