FAKULTAS KEDOKTERAN UNDIP – Pernah dengar shirataki, beras porang, atau konjac block? Belakangan, produk pangan dari umbi porang dan konjac viral sebagai “senjata rahasia” diet. Tapi benarkah bisa menurunkan berat badan tanpa perlu olahraga dan jaga makan? Simak fakta mengejutkan dari para ahli gizi berikut ini.
Bagi Anda yang sedang berjuang menurunkan berat badan, ada kabar baik. Kandungan serat unik bernama glukomanan dari umbi porang dan konjak terbukti secara ilmiah mampu membantu mengecilkan timbangan.
Menurut penelitian yang dirangkum dalam podcast D-Talks: Your Future Dietitian Talk, glukomanan adalah serat larut air yang bisa menyerap cairan hingga puluhan kali lipat beratnya. Begitu masuk lambung, ia berubah menjadi gel kental yang membuat Anda cepat kenyang dan kenyang lebih tahan lama.
Yang lebih menarik, European Food Safety Authority (EFSA) telah memberi lampu hijau. Konsumsi minimal 3 gram glukomanan per hari, dikombinasikan dengan diet rendah energi, terbukti mampu menurunkan berat badan 2–4 kilogram dalam 2–3 bulan. Bahkan, massa lemak bisa berkurang hingga 20% dalam 6 bulan, terutama bagi penderita obesitas.
“Glukomanan bukan sulap atau sihir. Dia partner diet yang membuat perjalanan Anda lebih ringan,” ujar Wadi’ah Hasna Nurramadhani, S.Gz, Mahasiswi profesi dietisien dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.
Tak hanya itu, glukomanan juga membantu menurunkan kolesterol total, kadar kolesterol jahat (LDL), serta menstabilkan gula darah puasa. Artinya, manfaatnya tidak hanya untuk bentuk tubuh, tapi juga kesehatan metabolik secara keseluruhan.
Efek samping? Jangan khawatir. Umumnya hanya bersifat ringan dan sementara, seperti perut kembung atau bergas. Itu pun biasanya terjadi jika mengkonsumsi suplemen glukomanan murni. Solusinya: mulai dari dosis kecil, lalu bertahap, dan jangan lupa perbanyak minum air putih.
Dimana bisa mendapatkannya? Kini bertebaran di supermarket, minimarket, hingga online shop. Mulai dari beras porang, shirataki, konjac block, hingga suplemen bubuk atau tablet.
Pesan penting: Glukomanan bukan jalan pintas. Tetap harus dibarengi pola makan sehat dan aktivitas fisik rutin. Jadikan ia sebagai partner, bukan sulap.(Humas FK Undip)




