Alumni PPDS THT FK Undip Pimpin Rumah Sakit dan Perkuat Mutu Pelayanan Kesehatan Nasional

SEMARANG – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) terus menunjukkan kontribusinya dalam mencetak dokter spesialis yang tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga mampu mengambil peran strategis dalam pengembangan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Salah satu alumni Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Telinga Hidung Tenggorok–Bedah Kepala Leher (THT-BKL) FK Undip, Dr. dr. Hj. Anita Widi Hastuti, Sp.THT-BKL., MH., MARS., FRSPH., FISQua., kini dipercaya sebagai Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gombong, Kebumen, sekaligus aktif sebagai surveyor akreditasi rumah sakit nasional, akademisi, dan penggerak peningkatan mutu layanan kesehatan.

Setelah menyelesaikan pendidikan dokter umum, dr. Anita memilih melanjutkan pendidikan spesialis di Program PPDS THT-BKL FK Undip. Pendidikan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kompetensi sebagai dokter spesialis yang mampu memberikan pelayanan komprehensif kepada pasien sekaligus mengembangkan kapasitas kepemimpinan di bidang kesehatan.

Komitmen terhadap pembelajaran sepanjang hayat terus ditunjukkan melalui berbagai jenjang pendidikan lanjutan. Selain menyandang gelar dokter spesialis, ia juga meraih Magister Hukum (MH) dari Universitas Merdeka Malang, Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, serta tengah menempuh Program Doktor Kebijakan Publik di Universitas Merdeka Malang. Di tingkat internasional, ia memperoleh pengakuan sebagai Fellow of the Royal Society for Public Health (FRSPH) dan Fellow of the International Society for Quality in Health Care (FISQua).

 

Dirut RS PKU Muhammadiyah Gombong, Dr. dr. Hj. Anita Widi Hastuti, Sp.THT-BKL., alumni PPDS THT-BKL FK Undip.

 

Berbekal kompetensi klinis dan manajerial tersebut, dr. Anita kini memimpin RS PKU Muhammadiyah Gombong sebagai Direktur Utama. Di bawah perannya, pelayanan kesehatan tidak hanya berorientasi pada tindakan medis, tetapi juga pada penguatan tata kelola rumah sakit, keselamatan pasien, mutu layanan, hingga kepatuhan terhadap regulasi kesehatan. Di saat yang sama, ia tetap aktif memberikan pelayanan sebagai Dokter Spesialis THT-BKL di RS PKU Aghisna Kroya, Cilacap, dan Charlie Hospital Kendal, sekaligus menjabat Ketua Komite Medis di rumah sakit tersebut.

Kontribusinya terhadap dunia kesehatan juga meluas melalui peran sebagai Surveyor Akreditasi Rumah Sakit LARSI. Dalam kapasitas tersebut, dr. Anita turut berkontribusi memastikan rumah sakit di berbagai daerah memenuhi standar mutu dan keselamatan pasien. Selain itu, ia mengabdikan diri sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Gunadarma Jakarta dengan membagikan pengalaman mengenai pentingnya budaya mutu kepada calon tenaga medis.

Di luar praktik klinis, dr. Anita aktif dalam berbagai organisasi profesi dan kesehatan, di antaranya sebagai Wakil Sekretaris Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Pengurus Kompartemen Humas dan Komunikasi Publik Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Ketua Tim Task Force Pelayanan Gombong Group, serta Pengurus MPKU PCM Banyumanik. Berbagai peran tersebut memperlihatkan kontribusinya dalam membangun ekosistem pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, aman, dan berkelanjutan.

Perjalanan karier dr. Anita menjadi gambaran bagaimana seorang alumni FK Undip terus mengembangkan kompetensinya tidak hanya sebagai klinisi, tetapi juga sebagai pemimpin, akademisi, dan penggerak peningkatan mutu layanan kesehatan. Semangat untuk terus belajar dan berkolaborasi menjadi benang merah yang mengantarkannya pada berbagai amanah strategis di tingkat nasional.

Melalui kiprah alumninya, FK Undip terus menegaskan komitmennya dalam menghasilkan dokter spesialis yang tidak hanya kompeten secara akademik dan klinis, tetapi juga memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan sistem kesehatan. Kontribusi para alumni di berbagai bidang diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi dokter berikutnya untuk terus belajar, mengabdi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (Humas FK Undip)

 

Bagikan di:

Berita Terkait