Semarang – Mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Universitas Diponegoro), Eka Agustina Rahmaningrum, mahasiswa Program Studi Farmasi angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro berhasil menyelesaikan Taiwan Experience Education Program (TEEP) di School of Medicine, National Sun Yat-sen University (NSYSU), Taiwan. Program yang berlangsung pada 1 Mei hingga 25 Juli 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas riset mahasiswa melalui kolaborasi akademik internasional.
TEEP merupakan program yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Taiwan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa internasional mengikuti kegiatan penelitian dan akademik di berbagai perguruan tinggi terkemuka di Taiwan. Melalui program ini, peserta memperoleh pengalaman riset secara langsung dengan bekerja bersama dosen dan peneliti dalam lingkungan akademik yang multidisiplin.
Selama mengikuti program, Eka melaksanakan penelitian di bidang epidemiologi lingkungan dengan fokus pada hubungan antara paparan polusi udara dan berbagai luaran kesehatan. Dalam kegiatan tersebut, ia terlibat dalam pengelolaan data penelitian, analisis statistik, diskusi ilmiah, hingga penyusunan naskah ilmiah. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penerapan metode penelitian internasional serta pengembangan kajian kesehatan masyarakat berbasis bukti.

Selain berpartisipasi dalam kegiatan penelitian, Eka juga mengikuti berbagai seminar akademik dan berdiskusi dengan dosen, peneliti, serta mahasiswa dari berbagai negara. Kegiatan tersebut tidak hanya memperluas wawasan ilmiah, tetapi juga memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya serta membangun jejaring akademik internasional.
Eka menyampaikan bahwa kesempatan mengikuti TEEP menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam perjalanan akademiknya.
“Program TEEP memberikan kesempatan bagi saya untuk belajar secara langsung dari para peneliti internasional, mengembangkan kompetensi penelitian, serta memperluas jejaring akademik di tingkat global. Pengalaman ini semakin memotivasi saya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan berharap semakin banyak mahasiswa Universitas Diponegoro yang dapat memanfaatkan peluang kolaborasi riset internasional,” ujarnya.
Keikutsertaan mahasiswa FK Universitas Diponegoro dalam program ini mencerminkan komitmen fakultas dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi, khususnya melalui peningkatan keterlibatan mahasiswa pada kegiatan penelitian berskala global. Pengalaman akademik yang diperoleh diharapkan mampu meningkatkan kualitas penelitian, memperkuat kompetensi lulusan, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang kesehatan dan ilmu kedokteran.
Melalui partisipasi aktif dalam program internasional seperti TEEP, FK Universitas Diponegoro terus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta inovasi kesehatan di tingkat nasional maupun internasional. (Humas FK Undip)




