FK Undip Perkuat Kolaborasi Riset dan Pendidikan dengan Universiti Kebangsaan Malaysia melalui Program WCU

KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) terus memperkuat langkah internasionalisasi melalui Program World Class University (WCU) Batch V Tahun 2026. Delegasi Departemen Bedah FK Undip melaksanakan rangkaian kegiatan akademik di Departemen Bedah Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Kuala Lumpur, pada 30 Juli–3 Agustus 2026 sebagai upaya memperluas jejaring kolaborasi internasional, meningkatkan kualitas riset, serta mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas.

Delegasi FK Undip terdiri atas Dr. dr. Sigit Adi Prasetyo, M.Si.Med., Sp.B, Subsp.BD(K), Dr. dr. Hadi, MSi Med, SpB, dan dr. Hendry, M.Biomed. (Residen Bedah). Kegiatan ini mengintegrasikan tiga skema Program WCU, yaitu International Collaboration, Student Go International (SGI), dan International Academic Networking.

Rangkaian kegiatan diawali dengan keikutsertaan delegasi FK Undip dalam 2nd UKM Surgical Symposium 2026 yang diselenggarakan di Kompleks Fakulti Perubatan UKM. Simposium tersebut dibuka oleh Dekan Fakulti Perubatan UKM, Prof. Dr. Mariana, serta Pro Vice-Chancellor UKM Kampus Kuala Lumpur, Prof. Dato’ Dr. Razman Jarmin, dan diikuti oleh akademisi, dokter spesialis, serta peneliti dari berbagai institusi.

Puncak kegiatan berlangsung pada 3 Agustus 2026 di Aula Seagate, Departemen Bedah UKM. Forum bilateral tersebut dibuka oleh Kepala Departemen Bedah UKM, Assoc. Prof. Dr. Shahrun Niza Abdullah Suhaimi, bersama Professor Dato’ Dr. Ismail Bin Sagap, diawali dengan presentasi ilmiah dari pihak UKM mengenai manajemen nyeri pascaoperasi laparoskopi.

Pada sesi kolaborasi akademik, Dr. dr. Sigit Adi Prasetyo, M.Si.Med., Sp.B, Subsp.BD(K) memaparkan strategi internasionalisasi bertajuk Globalization, Collaboration, Acceleration. Presentasi tersebut menekankan pentingnya penguatan visibilitas global perguruan tinggi melalui optimasi publikasi ilmiah, penyelenggaraan webinar internasional, serta pengembangan jejaring riset regional melalui ASEAN Multicenter Registries.

Sementara itu, dr. Hendry, M.Biomed. sebagai penerima hibah Student Go International mempresentasikan hasil riset translasi mengenai potensi tanaman daun wungu (Graptophyllum pictum) sebagai agen antiinflamasi dan pelindung jaringan. Penelitian tersebut merupakan integrasi studi laboratorium tahun 2021, 2023, dan 2026 yang telah dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi Scopus Q1, Frontiers in Veterinary Science pada Juni 2026.

Dalam paparannya, dr. Hendry menjelaskan bahwa ekstrak daun wungu menunjukkan potensi menekan berbagai penanda inflamasi, mengurangi kerusakan jaringan, serta membantu regenerasi mukosa usus tanpa menunjukkan toksisitas pada hati maupun ginjal. Ia juga memaparkan publikasinya di European Journal of Gastroenterology & Hepatology mengenai pemanfaatan sekretom untuk deteksi dini kanker hati.

“Saya merasa bersyukur dan beruntung bisa ambil bagian menjadi peserta Student Go International. Program ini menambah pengalaman, koneksi, pelajaran, dan wawasan baru di bidang ilmu saya, serta membuat saya semakin termotivasi untuk berkarya di bidang internasional,” ujar dr. Hendry pada Selasa (4/8/2026).

 

Delegasi Bedah FK Undip memperkuat kolaborasi dengan Universiti Kebangsaan Malaysia melalui Program WCU 2026, menghadirkan inovasi bedah, riset internasional, dan kerja sama pendidikan.

 

Pada sesi berikutnya, Dr. dr. Hadi, MSi Med, SpB mempresentasikan inovasi rekonstruksi saluran empedu mayor bertajuk The Andy-Rikunaro Technique: A New Surgical Technique for Reconstruction of Major Bile Duct Injury. Teknik tersebut merupakan inovasi yang dikembangkan oleh alumni PPDS Sp1 dan Sp2 Bedah FK Undip, Brigjen TNI dr. Ahmad Zumaro, Sp.B, Subsp.BD(K), dan diterapkan di Rumah Sakit Kepresidenan/RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.

Melalui sambungan Zoom, Brigjen TNI dr. Ahmad Zumaro turut memberikan penjelasan mengenai teknik tersebut. Berdasarkan pengalaman klinis pada 45 kasus di RSPAD Gatot Soebroto, metode Andy-Rikunaro Technique mencatatkan angka kematian 90 hari pascaoperasi sebesar 0 persen pada penanganan cedera saluran empedu mayor.

Selain forum ilmiah, pertemuan bilateral FK Undip dan UKM menghasilkan draf Memorandum of Agreement (MoA) sebagai dasar penguatan kerja sama kedua institusi. Kesepakatan tersebut mencakup penyelenggaraan Undip Global Classroom (UGC) mulai Agustus dan Oktober 2026 dengan menghadirkan dosen UKM, di antaranya Prof. Madya Dr. Shahrun Niza dan Dr. Marjmin binti Osman, pelaksanaan Visiting Professor pada Desember, pengembangan program student exchange dan fellow exchange, serta penguatan kolaborasi riset dan publikasi ilmiah bersama.

Kegiatan ditutup dengan Academic Tour ke fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan di Hospital Canselor Tuanku Muhriz (HCTM) Kuala Lumpur, meliputi ruang operasi, bangsal bedah, dan pusat keterampilan klinis sebagai bagian dari penguatan kerja sama akademik antara FK Undip dan Universiti Kebangsaan Malaysia.

 

Delegasi Bedah FK Undip memperkuat kolaborasi dengan Universiti Kebangsaan Malaysia melalui Program WCU 2026, menghadirkan inovasi bedah, riset internasional, dan kerja sama pendidikan.

 

dr. Sigit menyampaikan apresiasi kepada Department of Surgery Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Hospital Canselor Tuanku Muhriz (HCTM), serta seluruh dosen, staf, fellow, dan residen yang telah menyambut delegasi FK Undip dengan hangat. Menurutnya, suasana kekeluargaan yang terjalin selama kegiatan menjadi modal penting dalam membangun kolaborasi akademik yang berkelanjutan antara kedua institusi.

“Kami berharap kolaborasi antara UKM dan Universitas Diponegoro dapat terus berkembang dan saling mendukung dalam bidang pendidikan maupun penelitian, sehingga mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat di tingkat global,” ujar Ketua Prodi Bedah FK Undip tersebut.

Melalui Program WCU Batch V Tahun 2026, FK Undip terus memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat kontribusi dalam pendidikan, penelitian, dan inovasi di bidang kedokteran untuk mendukung tercapainya universitas berkelas dunia.(*)

Bagikan di:

Berita Terkait