International Summer Course FK UNDIP 2026 Perkuat Kolaborasi Global

SEMARANG – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP) sukses menyelenggarakan International Summer Course on Health Resilience in Disaster: “Community and Clinical Responses to Climate Risks” pada 3–13 Agustus 2026. Program internasional ini mempertemukan 126 peserta dari Indonesia, Jepang, Filipina, dan Malaysia dalam rangkaian kegiatan akademik, simulasi kebencanaan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengalaman lapangan di Semarang, Jepara, dan Karimunjawa.

Kegiatan tersebut menjadi wadah pembelajaran dan pertukaran pengetahuan lintas negara untuk memperkuat pemahaman mengenai dampak perubahan iklim terhadap kesehatan sekaligus membangun kapasitas komunitas dan tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi bencana.

Peserta berasal dari sejumlah institusi pendidikan tinggi, yaitu Universitas Diponegoro, Koriyama Women’s University, Universiti Putra Malaysia, dan University of the Philippines Los Baños. Sementara itu, sebanyak 18 narasumber dari Indonesia, Jepang, Filipina, Malaysia, dan Amerika Serikat terlibat dalam rangkaian pembelajaran dengan perspektif multidisiplin.

 

Dibuka dengan Penguatan Kolaborasi Global

Rangkaian International Summer Course FK UNDIP diawali dengan Opening Ceremony pada 3 Agustus 2026 yang bertempat di RSG, Lantai 3 Gedung A Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Universitas Diponegoro, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D. Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Dekan FK UNDIP, dr. Muflihatul Muniroh, M.Si., Med., Ph.D., serta Ketua International Summer Course, Melda Oktaviana, S.Gz., M.Gz.

Foto bersama peserta International Summer Course FK UNDIP 2026 menandai semangat kebersamaan, kolaborasi lintas negara, dan penguatan jejaring akademik internasasional.

 

Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian pembelajaran yang dirancang untuk mempertemukan perspektif akademik, klinis, kesehatan masyarakat, gizi, keperawatan, farmasi, serta berbagai bidang lain yang berkaitan dengan ketangguhan kesehatan dalam menghadapi bencana dan risiko perubahan iklim.

 

Membahas Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan

Pada lima hari pertama, peserta mengikuti rangkaian pembelajaran akademik yang terbagi ke dalam lima subtema utama.

Hari pertama, 3 Agustus 2026, mengangkat tema “Epidemiology of Climate-Related Disasters”. Materi disampaikan oleh Prof. Dra. Ani Margawati, M.Kes., Ph.D.; apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid.; dan Dr. dr. Budi Laksono, M.HSc.

Pembahasan berlanjut pada hari kedua dengan subtema “Behavior and Disaster-Related Health Issues”. Peserta memperoleh perspektif mengenai berbagai aspek perilaku dan permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan kondisi bencana melalui sesi yang menghadirkan Ahmad Syauqy, S.Gz., M.P.H., Ph.D., Dietisien; Ns. Sri Padma Sari, S.Kep., MNS., Ph.D.; Prof. dr. Achmad Zulfa Juniarto, M.Si.Med., Sp.And(K)., M.M.R., Ph.D.; dan Ns. Nana Rochana, S.Kep., MN.

Hari ketiga berfokus pada “Food Security and Nutrition Resilience in Climate Disasters” dengan menghadirkan Prof. Ma. Theresa M. Talavera, Mursid Tri Susilo, S.Gz., M.Gz., dan Gemala Anjani, S.P., M.Si., Ph.D. Topik ini menyoroti pentingnya ketahanan pangan dan gizi sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang tangguh terhadap dampak perubahan iklim dan bencana.

Selanjutnya, pada hari keempat, peserta mendalami “Community Resilience and Coping Strategies” bersama Prof. Jody R. Lori, PhD, CNM, FACNM, FAAN; drg. Atik Ramadhani, Ph.D.; Prof. Dr. Diana Nur Afifah, S.TP., M.Si.; dan Megah Andriany, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom., Ph.D.

Sementara itu, hari kelima mengangkat tema “Medication Therapy Management During Disasters” dengan narasumber Prof. Dr. Alfi Khatib; Ns. Nur Hafizhah Widyaningtyas, M.Kep.; Mitsuki Ishibuchi; dan Assoc. Prof. Gs. Ts. Dr. Sharifah Norkhadijah Syed Ismail.

Rangkaian sesi akademik tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk memahami isu ketahanan kesehatan dari berbagai perspektif sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan antara peserta dan akademisi dari berbagai negara.

 

Dari Ruang Kelas ke Simulasi Kebencanaan

Setelah menyelesaikan rangkaian pembelajaran akademik, peserta memasuki tahap penerapan pengetahuan melalui penugasan dan kegiatan lapangan.

Pada 8 Agustus 2026, peserta menyelesaikan assignment sebagai bagian dari proses pembelajaran. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada 10 Agustus 2026 melalui community service dan disaster simulation drill di Marine Science Techno Park (MSTP) Universitas Diponegoro, Jepara.

 

Mahasiswa peserta International Summer Course FK UNDIP 2026 melakukan pemeriksaan kesehatan gigi kepada seorang anak dalam kegiatan community service sebagai bagian dari pembelajaran lapangan yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan, pengabdian kepada masyarakat, dan penguatan ketangguhan kesehatan di wilayah pesisir.

 

Pemilihan kawasan pesisir sebagai lokasi kegiatan memberikan konteks nyata bagi peserta untuk memahami tantangan kesehatan dan kebencanaan yang dihadapi masyarakat di wilayah pesisir. Melalui kegiatan community service, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di lapangan, tetapi juga berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.

Sementara itu, disaster simulation drill memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi skenario kebencanaan secara lebih praktis dan kolaboratif.

 

Peserta International Summer Course FK UNDIP 2026 memperagakan evakuasi pasien menggunakan tandu dalam latihan kebencanaan guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas penanganan korban di situasi darurat.

 

Pendekatan ini menjadi bagian penting dari International Summer Course karena peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan melalui lecture dan diskusi, tetapi juga diajak untuk memahami bagaimana respons terhadap bencana diterapkan dalam konteks kehidupan masyarakat.

 

Memahami Ketahanan Masyarakat Pesisir di Karimunjawa

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Karimunjawa pada 11–12 Agustus 2026 melalui kegiatan field trip dan pengalaman pembelajaran berbasis lapangan.

Pada 11 Agustus, peserta mengunjungi sejumlah lokasi, yaitu Bobby Beach, Bukit Love, dan Tanjung Gelam Beach. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman peserta dalam mengenali karakteristik lingkungan pesisir dan potensi risiko yang berkaitan dengan perubahan iklim.

Pada hari berikutnya, 12 Agustus 2026, kegiatan dilanjutkan dengan snorkeling di Coral Reef Menjangan, kunjungan ke Geleyang Island, Shark Conservation Area, serta Dinner & Cultural Immersion Session.

 

Kebersamaan peserta International Summer Course FK UNDIP 2026 terlihat saat seluruh delegasi menari bersama dengan memperagakan ragam tarian dari masing-masing negara peserta.

 

Rangkaian kegiatan tersebut memperluas perspektif peserta bahwa ketahanan terhadap perubahan iklim tidak hanya berkaitan dengan aspek klinis dan pelayanan kesehatan, tetapi juga berhubungan erat dengan kondisi lingkungan, ekosistem pesisir, ketahanan masyarakat, ketahanan pangan, serta keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

 

Membangun Jejaring Akademik Lintas Negara

Selain memberikan pengalaman akademik dan lapangan, International Summer Course FK UNDIP 2026 juga menjadi ruang untuk memperkuat jejaring internasional.

Pertemuan peserta dari Indonesia, Jepang, Filipina, dan Malaysia membuka kesempatan untuk bertukar pengalaman mengenai tantangan kesehatan dan kebencanaan di masing-masing negara.

Perbedaan latar belakang institusi, budaya, dan pengalaman peserta menjadi kekuatan dalam proses pembelajaran. Melalui diskusi dan interaksi selama program, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga membangun koneksi yang berpotensi berkembang menjadi kolaborasi akademik dan profesional di masa mendatang.

 

Menutup Rangkaian dengan Semangat Kolaborasi

Setelah melalui rangkaian kegiatan akademik, simulasi, community service, dan field experience selama sebelas hari, International Summer Course FK UNDIP 2026 ditutup pada 13 Agustus 2026.

Rangkaian kegiatan ini menunjukkan komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dalam memperkuat pendidikan kedokteran dan kesehatan yang responsif terhadap tantangan global, khususnya perubahan iklim dan risiko bencana.

Melalui pendekatan yang menggabungkan community and clinical responses, program ini menempatkan ketahanan kesehatan sebagai tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas disiplin, institusi, negara, dan masyarakat.

International Summer Course FK UNDIP 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah program akademik, tetapi menjadi titik awal bagi terbentuknya jejaring dan kolaborasi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan kesehatan akibat perubahan iklim.

Dengan mempertemukan pengetahuan, pengalaman, dan perspektif dari berbagai negara, FK UNDIP terus mendorong lahirnya generasi tenaga kesehatan yang tidak hanya memiliki kompetensi klinis, tetapi juga mampu memahami konteks sosial, lingkungan, dan kemanusiaan dalam membangun health resilience in disaster.(Humas FK Undip) 

Bagikan di:

Berita Terkait