Tim EQUITY FK Undip Gelar Screening Kesehatan & Pelatihan Kader Jiwa di Batang

Tim EQUITY FK Undip Gelar Screening Kesehatan & Pelatihan Kader Jiwa di Batang

BATANG – Tim pengabdian masyarakat EQUITY Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (UNDIP) yang berkolaborasi bersama PATTIROs sukses melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat selama dua hari, pada 24–25 April 2026, di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Tim ini diketuai oleh Ns. Sri Padma Sari bersama tim multidisiplin yang terdiri dari dokter: Dr. dr. Hadi M.Si., Med., Sp.B, dr. Muslimin Sp.KK., Farmasi: Wimzy Rizqy Prabhata S.Farm., M.Sc., Apt., apt. A. M. Bagas Trianloka S.Farm., M.Farm, apt. Almira Rahmayani, M.Pharm.Sci, dan Keperawatan: Dr. Anggorowati S.Kp., Ns.Sp.Kep.Mat., M.Kep, Ns. Apri Nur Wulandari, S.Kep., M.Kep., serta Ns. Nurullya Rachma S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Kom.,

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, deteksi dini, serta kapasitas masyarakat dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Kegiatan yang dilakukan turut mendukung SDG 3 dalam menciptakan Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) dan mendukung SDG 17 terkait penanganan perubahan iklim dan kaitannya dengan kesehatan mental.

Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada screening kesehatan mental dan cek kesehatan gratis bagi masyarakat. Peserta mendapatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan umum, seperti pengecekan tekanan darah, gula darah, serta konsultasi kesehatan, sekaligus mengikuti skrining kondisi kesehatan mental sebagai langkah awal deteksi dini berbagai permasalahan psikologis.

Program kolaboratif ini menjadi bentuk kegiatan pengabdian masyarakat melalui program EQUITY World Class University (WCU) UNDIP bekerjasama dengan PATTIRO dalam mendukung kesehatan masyarakat secara holistik, dengan menempatkan kesehatan jiwa sebagai bagian penting yang tidak terpisahkan dari kesehatan fisik. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi warga yang hadir dan aktif mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan.

Memasuki hari kedua pelaksanaan kegiatan pada Sabtu (25/4/2026), fokus utama dialihkan pada pembekalan intensif bagi kader kesehatan jiwa nelayan. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif melalui empat pilar materi utama: pengenalan kesehatan jiwa beserta metode screening awal, manajemen stres dan teknik penanganannya, strategi mengelola kecemasan serta depresi, hingga teknik pengendalian amarah.

Tim EQUITY FK Undip Gelar Screening Kesehatan
Tim EQUITY FK Undip mengadakan pertemuan bersama warga

Pelatihan ini menghadirkan pakar di bidangnya untuk memastikan transformasi ilmu berjalan efektif. Prof. Meidiana Dwidiyanti, S.Kp., M.Sc hadir memberikan materi sekaligus memandu praktik mindfulness sebagai metode unggulan dalam mengelola emosi secara mandiri. Sementara itu, dari sisi pengorganisasian massa, Septiria Irawati, M.K.M membedah materi terkait peran strategis serta langkah-langkah penguatan kader dalam lingkup komunitas.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menjawab kebutuhan masyarakat Batang dengan menghadirkan skrining, cek kesehatan gratis, edukasi, dan pelatihan kader agar layanan promotif dan preventif dapat lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus meningkatkan kemampuan komunitas dalam mengenali, mencegah, dan menangani masalah kesehatan jiwa secara berkelanjutan,” ujar Ketua Tim Pengabdian Ns. Sri Padma Sari.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kader dalam memahami isu kesehatan mental, mengenali tanda-tanda gangguan psikologis di masyarakat, memberikan dukungan awal, serta meningkatkan peran kader sebagai ujung tombak promosi kesehatan jiwa di lingkungan komunitas.

Melalui pelatihan ini, para kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam meningkatkan literasi kesehatan mental, mengurangi stigma terhadap gangguan jiwa, serta membantu masyarakat memperoleh akses dukungan yang tepat.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mencerminkan peran aktif Universitas Diponegoro melalui program EQUITY WCU UNDIP bersama PATTIRO dalam menjalankan pemberdayaan masyarakat berbasis kesehatan melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan layanan skrining, pemeriksaan kesehatan, dan pelatihan kader, program ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat, peduli, dan tanggap terhadap kesehatan jiwa.(*)

Bagikan di:

Berita Terkait