FK Undip Tegaskan Zero Tolerance terhadap Kekerasan Seksual dan Bullying pada PKKMB PPDS-PPDSS

SEMARANG – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bermartabat melalui pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) untuk mahasiswa baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Program Pendidikan Dokter Subspesialis (PPDSS) pada Kamis (2/7/2026) di Gedung Mayjen dr. R. Soewondo Sastrodiprojo, Kampus Tembalang. Kegiatan yang diikuti oleh 213 mahasiswa baru ini menjadi momentum penguatan budaya akademik yang bebas dari segala bentuk kekerasan seksual, perundungan, diskriminasi, maupun penyalahgunaan relasi kuasa.

 

Ninik Jumoenita, SH, pendiri Yayasan Sahwahita Jawa Tengah saat memberikan pemaparan terkait “Hak, Martabat, dan Keberanian Bersuara: Mewujudkan Lingkungan Pendidikan Kedokteran yang Aman dan Bebas Kekerasan Seksual” dalam egiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dokter spesialis dan subspesialis FK Undip, Kamis (2/7/2026).

 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembekalan mengenai etika profesi, integritas akademik, hingga kuliah umum bertajuk “Hak, Martabat, dan Keberanian Bersuara: Mewujudkan Lingkungan Pendidikan Kedokteran yang Aman dan Bebas Kekerasan Seksual” yang menghadirkan pendiri Yayasan Sahwahita Jawa Tengah, Ninik Jumoenita, S.H. Dalam paparannya, ia menjelaskan implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) sekaligus mendorong seluruh sivitas akademika untuk berani melaporkan setiap bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. 

“Bagaimana seorang calon dokter bisa belajar menyelamatkan nyawa orang lain dengan tenang jika ia sendiri merasa tidak aman di lingkungan belajarnya? Kita harus berani bersuara untuk memutus mata rantai ini,” tegasnya.

 

FK Undip menyambut 213 mahasiswa baru PPDS dan PPDSS Semester Gasal TA 2026/2027 melalui kegiatan PKKMB di Ruang Serba Guna Gedung Mayjen dr. R. Soewondo Sastrodiprojo, Kampus Tembalang, Semarang.

Sementara itu Dekan Fakultas Kedokteran Undip Prof. Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, M.Kes., Sp.B., Subsp.Onk(K), memberikan selamat kepada ratusan mahasiswa baru yang akan menjalani pendidikan dokter spesialis dan subspesialis. Ia turut menegaskan, pembentukan budaya akademik yang sehat merupakan tanggung jawab seluruh sivitas akademika. Menurutnya, pendidikan dokter spesialis tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan yang unggul secara klinis, tetapi juga memiliki integritas, profesionalisme, dan keberanian moral dalam menjunjung nilai kemanusiaan. 

“Ini merupakan komitmen berkelanjutan FK Undip untuk membentuk dokter spesialis yang kompeten sekaligus berintegritas. Kami tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan yang merusak ekosistem pendidikan dan Tridarma Perguruan Tinggi,” ujarnya.

 

Penyematan pin Zero bullying pada kegiatan PKKMB PPDS PPDSS FK Undip TA. 2026-2027 pada Kamis (2/7/2026).

 

Komitmen tersebut turut diperkuat melalui sosialisasi peran Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) sebagai mekanisme perlindungan bagi seluruh sivitas akademika. Satgas ini menangani berbagai bentuk pelanggaran, mulai dari kekerasan seksual, kekerasan fisik dan psikis, perundungan (bullying), intoleransi, hingga penyalahgunaan relasi kuasa yang terjadi di lingkungan kampus maupun rumah sakit pendidikan.

Sebagai bentuk nyata komitmen bersama, Fakultas Kedokteran Undip menggelar prosesi penyematan PIN Zero Bullying (Gerakan Anti Perundungan) kepada perwakilan ketua program studi dan mahasiswa baru PPDS maupun PPDSS, dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas dan Surat Pernyataan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Undip, Pimpinan RSUP Dr. Kariadi, Pimpinan RS Nasional Diponegoro, ketua departemen, ketua program studi, serta Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik). Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, bebas kekerasan, serta menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, dan nilai kemanusiaan.

Melalui penguatan budaya akademik yang aman dan bebas kekerasan, Fakultas Kedokteran Undip terus berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuhnya dokter spesialis dan subspesialis yang unggul secara akademik, berkarakter, serta mampu memberikan pelayanan kesehatan yang profesional dan humanis kepada masyarakat. (Humas FK Undip/Saradita/Erman)

Bagikan di:

Berita Terkait