SEMARANG – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip ) menggelar Workshop Manuskrip selama dua hari, 29–30 Juni 2026, sebagai upaya meningkatkan kualitas dan produktivitas publikasi ilmiah dosen. Kegiatan yang diikuti para dosen dari berbagai departemen ini dibuka oleh Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan FK Universitas Diponegoro, dr. Muflihatul Muniroh, M.Si., Med., Ph.D.
Dalam sambutannya, dr. Muflihatul Muniroh, M.Si., Med., Ph.D. menyampaikan bahwa workshop ini merupakan salah satu bentuk komitmen fakultas dalam mendukung peningkatan kapasitas dosen dalam menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi. Menurutnya, setiap departemen sebenarnya telah memiliki program pendampingan penulisan artikel ilmiah, sementara workshop ini menjadi wadah untuk memperkuat pendampingan tersebut sehingga semakin banyak manuskrip yang dapat diselesaikan dan dipublikasikan.
“Harapan kami, workshop manuskrip ini dapat membantu memfasilitasi para dosen agar semakin banyak manuskrip yang berhasil diselesaikan dan dipublikasikan. Setiap departemen sebenarnya telah memiliki pendampingan penulisan manuskrip, dan kegiatan ini hadir untuk memperkuat upaya tersebut,” ujar dr. Muflihatul Muniroh.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disediakan fakultas, mulai dari pendampingan penulisan, daftar jurnal bereputasi, layanan perpustakaan, hingga berbagai perangkat pendukung yang dapat membantu proses penyusunan artikel ilmiah. Selain itu, dosen diharapkan memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), secara bijaksana sebagai alat bantu tanpa mengurangi orisinalitas dan kualitas karya ilmiah.
“AI boleh dipakai karena dapat membantu proses penulisan, tetapi yang paling penting tetap pemikiran dan orisinalitas penelitinya. Jangan sampai kita kalah dengan AI,” tambahnya.
Sesi utama workshop menghadirkan Adriyan Pramono, S.Gz., M.Si., Ph.D. yang membawakan materi “Strategi Produktivitas Publikasi: Dari Data Penelitian Menjadi Artikel Ilmiah”. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa produktivitas publikasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya penelitian yang dilakukan, tetapi juga oleh kemampuan membangun sistem penelitian yang berkelanjutan.
Menurut Adriyan, satu penelitian dapat menghasilkan lebih dari satu artikel ilmiah apabila dirancang secara sistematis sejak awal. Ia juga mendorong para dosen untuk aktif mengikuti perkembangan publikasi terbaru, membangun kolaborasi internasional, serta memanfaatkan berbagai database penelitian global untuk meningkatkan kualitas riset.
“Peneliti yang produktif bukan hanya menghasilkan satu penelitian, tetapi membangun sistem penelitian yang berkelanjutan sehingga mampu melahirkan publikasi secara konsisten. Kalau memiliki data penelitian, mulailah menulis dari hasil penelitian, bukan dari pendahuluan,” jelas Adriyan.
Ia menambahkan bahwa peneliti yang produktif umumnya memiliki kebiasaan mendokumentasikan hasil bacaan, menyusun ide penelitian secara berkelanjutan, serta menjadikan setiap penelitian sebagai bagian dari program riset jangka panjang, bukan sekadar proyek yang berdiri sendiri.
Dalam sesi diskusi, peserta memperoleh berbagai masukan mengenai strategi agar penelitian dengan potensi lokal memiliki daya saing internasional. Salah satunya dengan mengaitkan isu lokal terhadap tren dan permasalahan global sehingga hasil penelitian memiliki relevansi yang lebih luas dan menarik perhatian komunitas ilmiah internasional.
“Penelitian lokal sangat menarik, tetapi harus dikemas sesuai dengan tren sains global agar memiliki daya tarik internasional,” ungkap Adriyan.
Workshop juga menghadirkan tim Perpustakaan FK Universitas Diponegoro yang memperkenalkan berbagai layanan pendukung publikasi ilmiah. Berbagai fasilitas tersebut meliputi bimbingan penelusuran literatur, akses jurnal elektronik, pendampingan penggunaan aplikasi manajemen referensi, layanan pengecekan tata bahasa melalui Grammarly, hingga layanan Interlibrary Loan (ILL) untuk memperoleh artikel ilmiah internasional yang belum tersedia melalui langganan institusi.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan layanan konsultasi perpustakaan yang dapat dimanfaatkan selama proses penyusunan manuskrip, mulai dari pencarian referensi, pengelolaan sitasi, hingga pemenuhan kebutuhan literatur ilmiah.
Melalui workshop ini, FK Universitas Diponegoro berharap semakin banyak dosen yang mampu menghasilkan manuskrip berkualitas, memperluas kolaborasi penelitian, serta meningkatkan kontribusi fakultas dalam publikasi ilmiah bereputasi di tingkat nasional maupun internasional. Pendampingan intensif yang dilaksanakan selama dua hari tersebut diharapkan semakin memperkuat budaya riset dan publikasi di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. (Humas FK Undip/Saradita/Erman)




