Mahasiswa Undip Kembangkan REPROGUIDE, Platform Edukasi Kesehatan Reproduksi-Seksual

YOGYAKARTA – Inovasi digital REPROGUIDE yang dikembangkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) meraih Silver Medal dalam National Empowerment, Innovation, Research, and Art Competition (NEIRA) 2026 di Yogyakarta, 29–30 Agustus 2026.

REPROGUIDE (Reproductive and Sexual Health Guidance for Development and Education) merupakan platform edukasi kesehatan reproduksi dan seksual yang dirancang untuk membantu remaja memperoleh informasi yang relevan, interaktif, dan sesuai tahap perkembangan. Inovasi ini dikembangkan melalui kolaborasi lintas disiplin antara mahasiswa kedokteran dan informatika.

Tim REPROGUIDE terdiri atas Alia Nurhaliza Hadari (Kedokteran Undip 2023) sebagai ketua, bersama Fahmi Istikmal Akbar (Kedokteran Undip 2023), Muhammad Ihsan Setyawan (Kedokteran Undip 2025), dan Bramantyo Kunni Nurrisqi (Informatika Undip 2023), dengan bimbingan dr. Putri Sekar Wiyati, Sp.OG, Subsp.Obginsos.

Gagasan REPROGUIDE berangkat dari tantangan remaja dalam memilah informasi kesehatan reproduksi di ruang digital. Platform ini menerapkan pendekatan personalized education dengan menyesuaikan materi berdasarkan usia, gender, dan tingkat pendidikan pengguna.

Untuk membuat pembelajaran lebih menarik, REPROGUIDE menggabungkan materi edukasi dengan fitur interaktif seperti video, kuis, flashcard, Story Edu, permainan, serta sistem pencapaian. Platform ini juga dilengkapi fitur AI Konsultasi berbasis Large Language Model (LLM) yang memungkinkan pengguna memperoleh informasi awal mengenai kesehatan reproduksi dan seksual secara anonim.

AI dalam REPROGUIDE dirancang sebagai sarana pendamping edukasi, bukan pengganti tenaga kesehatan. Platform juga memiliki mekanisme identifikasi risiko yang dapat mengarahkan pengguna untuk mencari bantuan profesional ketika terdapat indikasi kondisi kesehatan serius maupun kekerasan seksual.

Kolaborasi mahasiswa kedokteran dan informatika menjadi salah satu kekuatan utama inovasi tersebut. Mahasiswa kedokteran berkontribusi pada substansi dan validitas informasi kesehatan, sedangkan mahasiswa informatika mengembangkan aspek teknologi dan pengalaman pengguna. Pengembangan dilakukan dengan pendekatan User-Centered Design, termasuk memperhatikan aspek privasi karena informasi kesehatan reproduksi merupakan informasi personal.

Perolehan Silver Medal NEIRA 2026 menjadi capaian yang menunjukkan kemampuan mahasiswa Undip menghadirkan inovasi lintas bidang untuk menjawab persoalan kesehatan masyarakat. Tim berharap REPROGUIDE dapat terus dikembangkan sebagai media pendamping edukasi kesehatan reproduksi dan seksual bagi remaja, baik untuk penggunaan mandiri maupun dalam mendukung pembelajaran di sekolah, keluarga, dan lingkungan pelayanan kesehatan. (Humas FK UNDIP)

Bagikan di:

Berita Terkait