Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNDIP Dukung Penguatan Layanan Kesehatan Daerah melalui Deployment di RSUD ABADI Samboja

Samboja, Kutai Kartanegara 24 Juni 2026 – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP) melaksanakan visitasi ke RSUD ABADI Samboja sebagai bagian dari proses evaluasi dan penjaminan mutu sebelum penempatan peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) tahap mandiri (deployment). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan rumah sakit dalam mendukung proses pendidikan dokter spesialis sekaligus menjamin keselamatan peserta didik (student safety) dan keselamatan pasien (patient safety).

Visitasi dilakukan oleh Wakil Dekan Sumberdaya, Ketua Departemen Kedokteran Spesialis dan Ketua Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNDIP melalui peninjauan langsung terhadap sistem pelayanan rumah sakit, kesiapan supervisi klinis, sumber daya manusia, sarana dan prasarana penunjang, hingga tata kelola pendidikan di wahana pelayanan kesehatan. Kegiatan ini merupakan tahapan yang harus dilalui sebelum peserta didik PPDS ditempatkan pada rumah sakit jejaring untuk menjalankan pendidikan klinik tahap mandiri.

Dengan meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah Samboja dan kawasan penyangga IKN, layanan Anestesiologi dan Terapi Intensif menjadi komponen yang krusial dalam operasional rumah sakit. Hampir seluruh tindakan operasi, pelayanan kegawatdaruratan, penanganan pasien kritis di ruang intensif, hingga tindakan medis invasif memerlukan dukungan dokter anestesi. Ketersediaan layanan anestesi yang memadai tidak hanya menentukan kelancaran tindakan bedah, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap keselamatan pasien sebelum, selama, dan setelah tindakan medis dilakukan.

RSUD ABADI Samboja melayani masyarakat dalam cakupan wilayah yang luas, penguatan layanan Anestesiologi dan Terapi Intensif menjadi kebutuhan strategis. Kehadiran residen tahap mandiri Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNDIP diharapkan dapat memperkuat pelayanan perioperatif, memperluas kapasitas penanganan kasus-kasus gawat darurat dan pasien kritis, serta mendukung keberlangsungan layanan operasi yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat. Dengan dukungan tersebut, semakin banyak kasus yang dapat ditangani di RSUD ABADI Samboja tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di Balikpapan atau Samarinda, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih cepat dan tepat waktu.

 

Jajaran FK UNDIP dan RSUD ABADI Samboja mengikuti pemaparan terkait kesiapan rumah sakit dalam mendukung deployment residen Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif, sebagai upaya memperkuat mutu pendidikan dokter spesialis dan pelayanan kesehatan di Kutai Kartanegara.

Ketua Departemen Kedokteran Spesialis dr. I Edward Kurnia Setiawan L., M.M., M.H.Kes., Sp.PK(K)., M.Si.Med.menyampaikan bahwa penempatan peserta didik tahap mandiri hanya dilakukan pada rumah sakit yang memenuhi standar pendidikan dan pelayanan yang ditetapkan fakultas.

“Keselamatan pasien dan keselamatan peserta didik merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, FK UNDIP melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan rumah sakit, termasuk aspek supervisi, fasilitas, tata kelola pelayanan, dan komitmen rumah sakit dalam mendukung pendidikan dokter spesialis. Hasil visitasi menunjukkan bahwa RSUD ABADI Samboja memiliki potensi dan kesiapan yang baik untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Pada tahap ini, Wakil Dekan FK UNDIP menjalin kerjasama dengan RSUD ABADI berencana menempatkan peserta didik Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif yang telah memasuki fase akhir pendidikan. Residen tahap mandiri merupakan peserta didik yang telah menyelesaikan sebagian besar kompetensi inti dan dinilai mampu memberikan pelayanan secara lebih mandiri dengan supervisi dokter spesialis di rumah sakit jejaring.

Wakil Dekan Sumberdaya Dr. Nuryanto, S.Gz., M.Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro menyampaikan bahwa program deployment merupakan bentuk nyata kontribusi FK UNDIP dalam mendukung pemerataan layanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di daerah.

“Sebagai institusi pendidikan kedokteran, FK UNDIP memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan dokter spesialis yang kompeten sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan akses pelayanan kesehatan masyarakat.Penempatan residen tahap mandiri merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi dan upaya mendukung pemerataan layanan kesehatan, khususnya di daerah yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap pelayanan spesialistik,” ungkapnya.

Direktur RSUD ABADI Samboja menyambut baik kerja sama tersebut dan berharap sinergi dengan FK UNDIP dapat semakin meningkatkan kualitas layanan rumah sakit.

“Kehadiran residen tahap mandiri akan memberikan manfaat besar bagi rumah sakit dan masyarakat. Dengan dukungan fasilitas yang kami miliki serta supervisi yang baik, kami optimis pelayanan kesehatan dapat semakin berkembang dan masyarakat memperoleh akses layanan spesialistik yang lebih mudah tanpa harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan penanganan yang dibutuhkan,” ujarnya.

Melalui kerja sama ini, FK UNDIP dan RSUD ABADI Samboja berkomitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan kedokteran yang berkualitas sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan di daerah. Kolaborasi ini tidak hanya mendukung pemerataan tenaga dokter spesialis dan peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kutai Kartanegara serta kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya pada aspek pembelajaran di luar kampus, penguatan kemitraan strategis, serta kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat. Melalui penempatan residen tahap mandiri di rumah sakit jejaring, FK UNDIP terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan kedokteran yang menghasilkan dokter spesialis kompeten sekaligus memberikan dampak langsung bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. (FK Undip/Astarina Wisnu AN)

Bagikan di:

Berita Terkait