SURAKARTA – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) meluncurkan 15 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Program Pendidikan Dokter Subspesialis (PPDSS) baru pada Kamis (12/2/2026). Peluncuran dilakukan dalam acara “Launching Program Studi Baru PPDS & PPDSS Wilayah IV DIY dan Jawa Tengah” bersama universitas lainnya yang digelar di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS), Surakarta.
Selain Universitas Diponegoro, kegiatan ini diikuti oleh empat perguruan tinggi lainnya, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Universitas Islam Indonesia (UII), dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Peluncuran ini merupakan rangkaian nasional pembukaan prodi PPDS dan PPDSS baru yang dilaksanakan serentak di 18 titik di seluruh Indonesia. Hal ini sekaligus menjawab tantangan nasional untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis dan subspesialis di Tanah Air. Serta mempercepat layanan kesehatan di wilayah 4T (Tertinggal, Terdalam, Terluar, dan Transmigrasi).
Dalam kesempatan ini Fakultas Kedokteran Undip meluncurkan 15 prodi spesialis dan subspseislis baru, meliputi Spesialis Bedah Urologi, Orthopedi, Bedah Anak, serta berbagai subspesialis di bidang Anak, Obstetri dan Ginekologi, Bedah Saraf, Jantung, hingga Anestesiologi.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada tahun 2025, saat ini, Indonesia hanya mampu mencetak sekitar 2.700 dokter spesialis per tahun. Angka ini jauh dari kebutuhan ideal yang mencapai 32.000 dokter spesialis per tahun.
Dalam keterangannya Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St., M.K. menegaskan bahwa kebutuhan dasar masyarakat Jawa Tengah kini berfokus pada kesehatan, sejalan dengan kebijakan Presiden tentang pemeriksaan dan pengobatan gratis. Ia berharap penambahan puluhan program studi ini bisa mempercepat pemerataan tenaga dokter spesialis di Jawa Tengah dan DIY.(*)




