Peserta PPDS Obstetri dan Ginekologi mengikuti praktik Pelatihan Basic Surgical Skill (BSS) 1 Regional Joglosemar di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

FK Undip Jadi Tuan Rumah Pelatihan Basic Surgical Skill 1 PPDS Obstetri & Ginekologi Regional Joglosemar

SEMARANG – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pelatihan Basic Surgical Skill (BSS) 1 PPDS Obstetri dan Ginekologi pada Jumat (22/5/2026). Acara yang digelar oleh Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia ini diperuntukkan bagi regional Joglosemar, yang mencakup pusat pendidikan kedokteran dari tiga universitas besar: Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Sebelas Maret (UNS). Pelatihan intensif ini berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Mei 2026.

Mengusung tema “Every Great Obstetrician Starts with the Basics”, pelatihan ini bertujuan mutlak untuk membekali para peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi semester awal dengan kompetensi dasar pembedahan. Hal ini menjadi modal krusial sebelum mereka diterjunkan langsung menangani pasien di rumah sakit pendidikan.

Rangkaian kegiatan telah diawali dengan faculty meeting pada Kamis malam (21/5) di Grand Candi Hotel Semarang bersama direktur pelatihan, tim pelatih, dan seluruh peserta. Sementara itu, agenda pelatihan utama dilaksanakan di Ruang Serba Guna Gedung Mayjen dr. R. Soewondo Sastrodiprojo, Fakultas Kedokteran Undip.

 

Ketua Kolegium Obstetri Independen Prof. Dr. dr. Yudi Mulyana Hidayat, Sp.O.G, Subsp.Onk, D.MAS (tengah) dan Ketua Panitia dr. Ahmad Bukhoeri, Sp.O.G (kiri) saat Pelatihan Basic Surgical Skill (BSS) 1 PPDS Obstetri dan Ginekologi Regional Joglosemar di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, Jumat (22/5/2026).

 

Ketua Kolegium Obstetri Independen, Prof. Dr. dr. Yudi Mulyana Hidayat, Sp.O.G, Subsp.Onk, D.MAS, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga mutu dan marwah pendidikan kedokteran spesialis di Indonesia. Menurutnya, pendidikan kedokteran modern wajib mengedepankan pendekatan humanis yang berfokus pada keselamatan pasien. Prof. Yudi juga menjelaskan bahwa sistem pelatihan berbasis regional ini sengaja diterapkan guna efisiensi, sehingga para dokter residen dari wilayah Joglosemar tidak perlu menempuh perjalanan jauh dari pusat pendidikan asal mereka.

“Peserta didik harus belajar dan mahir terlebih dahulu pada model (manekin/simulasi) sebelum menangani pasien secara langsung. Sebelum melakukan operasi, penjahitan, maupun memegang instrumen bedah, semuanya diajarkan dari tingkat paling dasar, ” ujar Prof. Yudi.

 

Pelatihan Basic Surgical Skill (BSS) 1 PPDS Obstetri dan Ginekologi Regional Joglosemar terpasang di lokasi kegiatan di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, Jumat (22/5/2026).

 

Sementara itu Ketua panitia, dr. Ahmad Bukhoeri, Sp.O.G, menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung selama 3 hari. Pada hari pertama, para peserta mendapatkan materi penyamaan persepsi, peta harapan, serta pemetaan kekhawatiran yang dipandu oleh dr. Bukhoeri disusul paparan gambaran umum pelatihan oleh Prof. Yudi.

Materi yang digodok dalam pelatihan ini terbilang sangat komprehensif. Mulai dari pemahaman teoritis seperti etika pembedahan obstetri-ginekologi, prinsip pencegahan infeksi, infeksi nosokomial, teknik higienitas cuci tangan, hingga prosedur steril penggunaan sarung tangan dan baju operasi. Tidak kalah penting, pengenalan mendalam terhadap karakter jarum dan benang bedah juga diberikan. Guna mengimbangi teori, porsi terbesar pelatihan difokuskan pada sesi praktik (workshop). 

Para residen dilatih secara personal dalam menggunakan instrumen bedah utama—seperti pisau, pinset, klem, gunting, dan needle holder. Mereka juga dituntut menguasai teknik simpul bedah (square, surgeon knot, slip knot), teknik insisi elips maupun linier, hingga berbagai metode penjahitan luka (interrupted, continuous, vertical/horizontal mattress, dan subcuticular). Kegiatan ilmiah ini juga didukung oleh presentasi perkembangan teknologi medis dari PT Dexa Medica.

 

Pelatihan Basic Surgical Skill (BSS) 1 PPDS Obstetri dan Ginekologi Regional Joglosemar terpasang di lokasi kegiatan di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, Jumat (22/5/2026).

 

Sejumlah pakar dan konsultan senior dihadirkan sebagai narasumber sekaligus mentor dalam kegiatan ini, di antaranya: Prof. Dr. dr. H. Heru Pradjatmo, M.Kes, Sp.O.G, Subsp.Onk, dr. Muhammad Faizal, Sp.O.G, Dr. dr. Ardhanu Kusumanto, Sp.O.G., Subsp.Onk, dr. Ahsanudin Attamimi, Sp.O.G, Subsp.K.Fm, M.Med.Ed, dr. Eric Edwin Yuliantara, Sp.O.G, Subsp.K.Fm, Dr. dr. M. Besari Adi Pramono, MSi.Med, Sp.O.G, Subsp.K.Fm, dan Dr. dr. Inu Mulyantoro, Sp.O.G, Subsp. FER, D.MAS.

“Intinya, pelatihan ini memberikan pemahaman mengenai teknik-teknik dasar dalam tindakan operasi agar peserta memiliki kesiapan dan keterampilan yang baik sebelum memasuki praktik yang lebih lanjut,” ujar dr. Ahmad Bukhoeri, Sp.O.G.

Di akhir sesi pembukaan, Prof. Yudi kembali mengingatkan bahwa seluruh materi pelatihan bermuara pada patient safety. Keterampilan yang diasah selama tiga hari ini nantinya wajib diterapkan secara konsisten dalam praktik klinik sehari-hari di rumah sakit, tentunya tetap di bawah supervisi ketat para konsulen di masing-masing senter pendidikan.

Melalui standarisasi ketat lewat BSS 1 ini, para residen Joglosemar diharapkan mampu menjadi dokter spesialis yang tidak hanya terampil secara teknis bedah, namun juga memiliki integritas tinggi dalam menjaga keselamatan pasien saat memasuki tahap pendidikan klinik lanjutan. (Humas FK Undip/Saradita/Erman)

Bagikan di:

Berita Terkait