Dr. Prasetyadi Mawardi,

Alumni Success Story: Dr. Prasetyadi Mawardi, Dari FK Undip ke Ketua Kolegium DVE Indonesia

SEMARANG – Kiprah alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dr. dr. Prasetyadi Mawardi, Sp.D.V.E., Subsp. Ven, FINSDV, FAADV dipercaya menjabat sebagai Ketua Kolegium Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE) Indonesia periode 2024–2028, sebuah posisi strategis dalam pengembangan pendidikan dokter spesialis di Indonesia.

Bagi Dr. Prasetyadi, pencapaian ini bukan sekadar jabatan, melainkan amanah untuk terus mendorong kemajuan ilmu dermatologi, venereologi, dan estetika, sekaligus memperkuat kualitas pendidikan spesialis di tingkat nasional. Ia menyebut kepercayaan tersebut sebagai tanggung jawab besar untuk menghadirkan kolegium yang berintegritas, bermartabat, dan berdaya saing global.

Perjalanan tersebut tidak lepas dari proses panjang yang ditempa sejak masa pendidikan di Fakultas Kedokteran Undip. Ia menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Dermatologi, Venereologi, dan Estetika pada tahun 1997 hingga 2001—masa di mana Fakultas Kedokteran Undip telah mulai mengembangkan keunggulan di bidang bedah kulit dan kosmetik medik.

“FK Undip tidak hanya memberikan pengetahuan dasar dermatologi, tetapi juga membekali kami dengan keterampilan klinis di bidang bedah kulit dan estetika yang saat itu masih berkembang. Ini menjadi fondasi penting dalam perjalanan profesional saya,” ungkapnya kepada FK Undip pada Senin (13/4/2026).

Menurutnya, sistem pendidikan di Fakultas Kedokteran Undip telah membentuk karakter dokter yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan ilmu. Pendekatan Competency-Based Medical Education (CBME) yang diterapkan mendorong mahasiswa dan residen untuk aktif, mandiri, serta terlatih dalam pengambilan keputusan klinis.

Ia menilai, proses pembelajaran yang terstruktur—mulai dari bedside teaching, problem-based learning, hingga evaluasi berbasis praktik—menjadi kunci dalam membangun kemandirian dan tanggung jawab profesional. Hal ini menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika layanan kesehatan yang terus berkembang.

Kini, sebagai Ketua Kolegium DVE Indonesia, Dr. Prasetyadi melihat tantangan di bidang dermatologi masih cukup besar. Tingginya angka penyakit seperti kusta dan scabies, serta perubahan pola penyakit akibat gaya hidup, menuntut adanya kolaborasi lintas disiplin dan pemerataan distribusi dokter spesialis di berbagai daerah. Di tengah tanggung jawab tersebut, ia tetap menekankan pentingnya peran institusi pendidikan dalam mencetak dokter yang siap menghadapi tantangan global.

“Pendidikan kedokteran harus terus berkembang, tidak hanya dari sisi ilmu, tetapi juga dalam membangun integritas, kolaborasi, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan,” ujarnya.

Kisah Dr. Prasetyadi Mawardi menjadi refleksi nyata bagaimana FK Undip berperan dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengambil peran strategis dalam pengembangan sistem kesehatan nasional.

Melalui capaian ini, Fakultas Kedokteran Undip menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga medis yang kompeten, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin di bidang kesehatan—baik di tingkat nasional maupun global. (*)

Bagikan di:

Berita Terkait