KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih Juara 3 dalam ajang USIM International Microbiology Quiz Competition (IMICROBE) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakulti Perubatan dan Sains Kesihatan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Negeri Sembilan, Malaysia pada Sabtu, (25/4/2026).
Kompetisi yang berfokus pada bidang mikrobiologi dan penyakit infeksi tropis tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi internasional. IMICROBE menjadi ajang bergengsi yang menguji kompetensi peserta dalam bidang bakteriologi, virologi, parasitologi, imunologi, hingga analisis klinis penyakit infeksi.
Tim Fakultas Kedokteran Undip yang berhasil meraih posisi ketiga terdiri atas Gregorius Raymond Geraldo dan Rafael Juan Fibriano dari Program Studi Profesi Dokter angkatan 2022, serta Qlaziesco Qievziliano dari Program Studi Kedokteran angkatan 2022 dan Zimam Husen Bajry dari Program Studi Kedokteran angkatan 2023.
Dalam kompetisi tersebut, peserta dituntut tidak hanya menguasai teori mikrobiologi dan imunologi, tetapi juga mampu melakukan clinical reasoning dalam menganalisis kasus penyakit infeksi tropis yang kompleks. Soal-soal yang diberikan mencerminkan tantangan nyata di bidang kesehatan global, mulai dari mekanisme patogenesis mikroorganisme hingga strategi diagnosis dan penatalaksanaan penyakit.
Rafael Juan, salah satu anggota tim menyampaikan bahwa persiapan kompetisi dilakukan secara intensif selama satu bulan melalui pembagian materi, diskusi kelompok, latihan soal, dan simulasi kuis.
“Selain memperkuat pemahaman teori melalui berbagai textbook mikrobiologi dan imunologi, kami juga banyak berlatih clinical reasoning untuk menganalisis berbagai penyakit infeksi,” ujarnya.
Tim juga menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara kegiatan akademik dengan persiapan lomba, mengingat cakupan materi yang luas dan tingkat kesulitan kompetisi yang tinggi.
“Tantangan terbesar saat kompetisi berlangsung adalah tekanan dalam menjawab soal dan persaingan dengan peserta dari berbagai universitas yang memiliki kemampuan sangat baik. Namun, kami mencoba tetap tenang, fokus, serta saling mendukung selama perlombaan berlangsung,” tambahnya.
Untuk menghadapi soal-soal berbasis kasus, tim menerapkan strategi penguatan konsep dasar mikrobiologi dan imunologi yang dipadukan dengan pendekatan klinis. Diskusi antar anggota tim juga dilakukan secara intensif agar proses belajar menjadi lebih efektif dan saling melengkapi.

Prestasi ini turut mencerminkan peran Fakultas Kedokteran Undip dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di tingkat global. Menurut tim, lingkungan akademik yang suportif serta dukungan dosen menjadi bekal penting dalam menghadapi kompetisi internasional.
“FK Undip memiliki lingkungan akademik yang sangat mendukung pengembangan mahasiswa. Dosen-dosen juga sangat suportif dalam membimbing mahasiswa untuk berkembang dan berani mencoba tantangan di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap tim.
Melalui capaian ini, mahasiswa Fakultas Kedokteran Undip berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mengikuti kompetisi internasional sebagai sarana pembelajaran, pengembangan diri, dan memperluas jejaring global.
“Kompetisi internasional bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi juga kesempatan untuk belajar, memperluas wawasan, serta membangun relasi dengan mahasiswa dari berbagai negara,” tutupnya.
Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen Fakultas Kedokteran Undip dalam mendorong mahasiswa untuk terus berprestasi, mengembangkan kapasitas akademik, serta berdaya saing di tingkat internasional, khususnya dalam bidang ilmu kedokteran dan kesehatan. (Humas FK Undip)




