SEMARANG – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro menerima kunjungan edukatif dari SMA Islam PB Soedirman Bekasi dalam rangka pengenalan dunia pendidikan tinggi bidang kesehatan pada Selasa (12/5/2026). Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan menjadi sarana bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat program studi, sistem pembelajaran, hingga peluang karir di bidang kesehatan.
Dalam sambutannya, pihak SMA Islam PB Soedirman Bekasi menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan Fakultas Kedokteran Undip kepada para siswa untuk memperoleh wawasan langsung mengenai pendidikan kedokteran dan kesehatan.
Fakultas Kedokteran Undip memperkenalkan berbagai program studi yang berada di lingkungan fakultas, meliputi:S1 Kedokteran, S1 Keperawatan, S1 Gizi, S1 Farmasi, Kedokteran Gigi.
Selain itu, Fakultas Kedokteran Undip juga memperkenalkan Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) sebagai rumah sakit pendidikan utama yang menjadi wahana pembelajaran mahasiswa profesi kesehatan.
Dalam sesi pemaparan program studi, masing-masing program memperkenalkan karakteristik pembelajaran dan prospek karirnya. Prodi Farmasi menjelaskan pembelajaran mengenai farmasi klinis, teknologi farmasi, kosmetik, obat herbal, hingga peluang kerja di industri dan layanan kesehatan. Prodi Gizi memaparkan fokus pembelajaran pada gizi klinis, gizi masyarakat, serta sistem penyelenggaraan makanan dengan peluang karir di rumah sakit, puskesmas, industri pangan, dan instansi pemerintah.
Sementara itu, Prodi Kedokteran menjelaskan tahapan pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Undip mulai dari pendidikan sarjana, profesi dokter muda (koas), ujian kompetensi nasional, internship, hingga berbagai peluang karir sebagai dokter, akademisi, peneliti, maupun manajemen rumah sakit.
Fakultas Kedokteran Undip juga memperkenalkan International Undergraduate Program (IUP) yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan membuka kesempatan kolaborasi internasional dengan berbagai universitas mitra di luar negeri.
Selain menjelaskan terkait akademik, Fakultas Kedokteran Undip juga menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, profesional, dan suportif melalui sistem pengawasan, evaluasi, serta mekanisme pelaporan yang menjaga kerahasiaan identitas pelapor.

Pada sesi diskusi dan tanya jawab, para siswa aktif mengajukan pertanyaan mengenai sistem seleksi masuk perguruan tinggi, Tes Kemampuan Akademik (TKA), peluang kerja tenaga kesehatan, hingga masuknya dokter asing ke Indonesia.
Dengan kunjungan tersebut, Fakultas Kedokteran Undip siap terus menjadi jembatan ilmu bagi institusi pendidikan menengah yang ingin membekali siswanya dengan pandangan komprehensif mengenai dunia kesehatan. Fakultas Kedokteran Undip selalu membuka pintu bagi kunjungan edukatif serupa sebagai bentuk komitmen dalam mencetak calon tenaga kesehatan (nakes) masa depan yang berkualitas.(Humas FK Undip/Erman)




